Sepeda Mulai Jadi Pilihan Pekerja Kantor di Tokyo


Di area perkotaan seperti Tokyo, upaya-upaya dilakukan untuk mempromosikan Sepeda sebagai sarana transportasi dan cara yang terbaik untuk berkeliling kota. Bike Sharing, sebuah gagasan yang berpusat pada penggunaan sepeda bersama kini tengah diperkenalkan dan tempat parkir sepeda yang luas sedang dibangun di Tokyo. Selain mengurangi kemacetan lalu lintas dan membantu lingkungan, rencana ini juga dapat membantu pengguna membuat penemuan-penemuan baru saat mereka melakukan perjalanan melalui kota-kota mereka.

Sejak Oktober lalu, Tokyo Chiyoda Ward meluncurkan rencana pembagian sepeda yang disebut "Chiyokuru." Kantor tersebut berharap orang akan menggunakan sepeda untuk jalan-jalan dan belanja, serta untuk tugas pekerjaan. Program ini juga diharapkan untuk lebih menghidupkan minat di daerah Tokyo antara pengguna.


Sekitar 300 sepeda yang juga memiliki tenaga listrik dapat ditemukan di tempat penyewaan sepeda dan untuk mengembalikan sepeda, dtempat pengembalian didirikan di 36 lokasi termasuk gedung –gedung perkantoran dan taman. Menggunakan teknologi komunikasi yang disediakan oleh NTT DoCoMo Inc, sepeda menyampaikan data seperti sisa daya baterai sepeda dan informasi batas waktu pengembalian sepeda ke pusat kendali.

Semua tempat penyimpanan sepeda tidak berawak dan dapat digunakan setelah mendaftar untuk layanan pada smartphone atau melalui cara lainnya. Rental biaya sebesar 150 yen untuk 30 menit penggunaan pertama, setiap 30 menit berikutnya akan dikenakan biaya 100 yen. terdapat juga akses untuk satu bulan seharga 2000 yen yang memungkinkan pengguna untuk menyewa sepeda sesering mereka suka asalkan digunakan kurang dari 30 menit setiap kali penggunaan. Pembayaran dilakukan dengan kartu kredit, dan sepeda bisa disewa dari dan kembali ke port.

Ini merupakan cara yang cepat dan mudah untuk mengunjungi klien bagi para pekerja di perkantoran daerah Tokyo, dengan menggunakan sepeda diakui lebih murah dibandingkan naik taxi dan lebih cepat dari jalan kaki. Sepeda tersebut saat ini banyak dijadikan pilihan untuk bekerja atau jalan-jalan juga belanja oleh semua kalangan. Sepeda juga memberikan wisatawan kesempatan dengan cara yang menarik untuk bepergian bebas di sekitar tempat wisata seperti Stasiun Tokyo dan daerah sekitar Imperial Palace dengan cara yang tidak didapatkan oleh bus dan kereta.

Menggunakan sepeda di perkotaan awalnya terhalang oleh kurangnya fasilitas seperti lahan parkir sepeda, tapi sekarang beberapa perusahaan mendorong karyawan mereka untuk berpergian dengan sepeda. bangunan apartemen sedang dibangun di pusat kota, permintaan untuk taman sepeda terus meningkat. Ini juga telah mendorong banyak gedung perkantoran dan department store untuk menyediakan tempat penyewaan sepeda.

Bike Sharing adalah layanan pinjaman sepeda yang bisa dimanfaatkan melalui banyak port yang dibuat dalam suatu layanan area. Selain pendapatan dari biaya penggunaan, iklan kadang-kadang melekat pada sepeda, yang membantu biaya operasional. Sebagai tindakan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di perkotaan dan mengurangi emisi CO2, praktek seperti telah menyebar di negara-negara Barat sejak awal abad ini, apakah hal ini menjadi jawaban untuk kemacetan yang seringkali terjadi di kota-kota besar di Indonesia?



foto: pnwcyclist, yoimuri

(ADP)