Hindari PHK Dengan Menjauhi 3 Sikap Ini

Jika kamu sudah membaca dan menghindari apa yang ditulis dalam 3 Alasan Kantor Untuk Memecat Karyawan , selamat, kamu sudah 50% terhindari dari kemungkinan yang sangat memalukan: dipecat. Tapi itu baru 50%, baru setengah aman. Berikut adalah 3 hal selanjutnya yang harus kamu hindari agar posisimu selalu aman di kantor:

4. Tidak Mengerjakan Pekerjaanmu

Kita bisa paham ada hari-hari buruk dimana motivasi tampaknya menghilang sama sekali dan kita sangat kesulitan mengerjakan apapun saat di kantor, karena hilangnya motivasi tersebut. Mungkin hari berikutnya kamu melihat ke belakang dan tercengang bagaimana kamu menyia-nyiakan satu hari kerja di kantor tanpa melakukan apa-apa. Bahkan karyawan terbaikpun pernah kok mengalami hari itu. Tapi, jika hari buruk ini terlalu sering terjadi, dan orang jadi tidak bisa mengandalkan suatu pekerjaan padamu, kantor akan merasa buang-buang uang menggajimu.


5. Sering Tidak Masuk Atau Selalu Terlambat

Sakit dan hari untuk keperluan pribadi ada dalam daftar cuti yang bisa kamu ambil di kantor. Itu hak setiap karyawan. Dan tentu, terkadang flu membuatmu terbaring selama lebih dari satu hari. Tapi jika kamu mulai izin sakit setiap minggu atau datang terlambat setiap hari, sebaiknya kamu percaya kalau managermu mencatat hal itu.

Sebaiknya kamu tidak mengelak dari kenyataan bahwa kamu hanya malas dengan alasan “berjiwa bebas, tidak suka aturan,” dan sebagainya.


6. Membawa Masalah Pribadi Ke Kantor


Sumber Foto: shutterstock

Jika kamu terlihat depresi berminggu-minggu, kamu beresiko dipecat. Walau kamu datang ke kantor dan bekerja, tidak mengganggu orang lain dan tidak datang terlambat, kantor lebih dari sekedar tempat mengerjakan sesuatu. Kantor diharapkan menjadi tempat di mana interaksi antar kolega lancar demi tercapainya business goal perusahaan tersebut. Jika kamu terbebani dengan masalah pribadi di luar urusan pekerjaan, kemungkinan besar kamu akan mulai “nggak nyambung” saat diajak berkomunikasi, kamu mulai melupakan detil-detil penting dalam pekerjaan, dan lebih parah lagi, jika kamu berada di bidang pemasaran, kamu tidak berhasil mendapatkan klien satupun.

Related Article