93% Proses Rekruitment Menggunakan Social Media untuk Melihat Calon Kandidatnya


Mungkin anda pernah mendapatkan sebuah formulir untuk melamar pekerjaan yang menyertakan pertanyaan tentang social media yang anda miliki. Bagaimana tanggapan anda? Apakah itu suatu hal yang penting untuk pihak HRD mengetahuinya? Lalu apakah anda sendiri pernah mengecek seperti apa isi social media yang anda miliki?

Ini akan mengejutkan anda, karena ternyata para recruitment atau HRD tidak segan untuk melirik social media anda terutama LinkedIn untuk melakukan perekrutan dan ini sudah terjadi sebanyak 93% pada proses recruitment.

Sudah waktunya anda memperbaiki isi dari social media yang anda miliki. Buatlah mereka terkesan dengan diri anda melalui social media, karena semua ini tidak hanya bergantung pada CV semata. Ada penelitian yang dilakukan oleh Jobvite mengenai pola recruitment yang digunakan untuk memilih calon karyawannya.

LinkedIn. 79% recruitment melakukan perekrutan lewat LinkedIn. Ini dilakukan dalam setiap proses, untuk mencari, berhubungan, dan memilih calon kandidat.

Facebook. 26% recruitment juga menggunakan Facebook. Bahkan beberapa recruitment sudah mengambil calon karyawan tanpa melewati proses interview.

Twitter. Hanya 14% perekrut yang menggunakan social media ini, bahkan lebih jarang digunakan dibandingkan dengan Facebook.


Jika anda sudah mengetahui tentang hal ini, silahkan optimalkan profil dan timeline kalian agar perekrut lebih terkesan kepada anda. Terlebih lagi dengan LinkedIn, Facebook, dan Twitter. Gunakanlah secara profesional!


Lalu bagaimana caranya untuk memberikan kesan yang baik lewat social media?

Pertama. Cepat-cepatlah menghapus konten yang bisa membuat peluang anda untuk mendapatkan pekerjaan itu sirna. Yang paling harus diwaspadai, jika anda menunjukkan bahwa anda pengguna obat-obatan terlarang adalah 83%. Dengan presentase sebesar itu, sudah dipastikan anda tidak akan mengesankan perekrut sama sekali.

Content yang bersifat seksisme 70%. Para perekrut mungkin akan berfikir dua kali untuk mengambil anda sebagai calon karyawan. 44% recruitment tidak menyukai jika social media anda berisi tentang kata-kata menyumpah atau kata-kata kasar, berbicara tentang senjata, apalagi jika sudah berkaitan dengan alkohol. Itu sudah cukup mengkhawatirkan bagi mereka.

Dan yang lebih tragis lagi adalah sekitar 66% recruitment juga memperhatikan bagaimana anda menulis dari setiap ejaan yang anda berikat di content yang anda buat. Typo mengubah segalanya boy~.


Kedua. Gunakan content yang sesuai dengan pekerjaan anda, itu justru akan lebih membuat recruitment terkesan. Anda mungkin bisa menuliskan kata-kata yang lebih mencerminkan bahwa anda profesional. Memposting foto yang berkaitan dengan kegiatan anda, baik itu kegiatan volunteer, seminar, atau beragam pelatihan.

Ketiga. Konsisten terhadap foto profil di setiap social media anda, usahakan untuk menggunakan foto yang sama dan juga profesional. Hubungkan setiap social media agar recruitment mudah mencari, mengingat anda dan agar social media anda terlihat rapi.


Keempat. Jangan lupa untuk menulis ringkasan tentang diri anda dengan eyecatching. Ini penting, tetapi untuk menuliskannya pelan-pelan saja... jangan terburu-buru.

Sudah siap untuk mengatur ulang social media anda? Semoga sukses dan cepat mendapatkan pekerjaan yang sesuai.


(Fa)

Source: lifehack.org