4 Kesalahan Fatal pada Wawancara Kerja yang Tidak Sengaja Anda Lakukan

Setiap orang pasti tidak suka untuk berlama-lama menganggur dan tidak melakukan apa pun. Pasti anda sendiri mulai mencari pekerjaan yang sesuai dengan background anda agar terlihat lebih produktif. Namun sering kali kita menemukan beberapa orang yang gagal dalam proses wawancara kerjanya.

Anda pasti tidak ingin wawancara kerja dengan HRD gagal karena kesalahan yang anda buat. Ternyata hal ini lah yang perlu anda hindari agar tidak menyebabkan kesalahan fatal saat melakukan wawancara kerja.

1 > Anda Tidak Tahu Kapan Harus Berhenti Berbicara

Saat di interview pasti HRD memberikan kita kesempatan untuk menjawab pertanyaan. Berikanlah jawaban yang singkat padat dan jelas untuknya. Tidak perlu anda bicara panjang lebar untuk mengatakan hal-hal yang tidak penting.

Anda harus bisa membaca petunjuk-petunjuk halus dari HRD, seperti saat dia berdeham karena menginginkan kita untuk berhenti bicara atau mengerak-gerakkan kaki tanda dia bosan berbicara dengan anda. Selain itu anda juga harus mampu menjadi pendengar yang baik saat proses wawancara dilakukan.

2 > Anda Tidak Sengaja Bicarakan Keburukan di Kantor Lama. Ups!

Mungkin memang anda memiliki beragam keluhan dari kantor lama, namun hentikanlah hal itu karena membicarakanya di depan HRD itu sama saja bunuh diri. Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak baik, dan suka memprovokatori untuk hal-hal yang buruk. Lebih baik mengatakan hal yang lain tentang alasan anda memilih keluar dari kantor lama.

HRD cenderung menyukai jawaban yang kreatif, sebaiknya anda mengumpulkan referensi terlebih dahulu untuk hal ini. Mungkin anda akan menjawab, ‘kebijakan perusahaan tersebut sudah tidak sejalan’, atau ‘saya ingin mendapatkan jenjang karir yang lebih baik’.

3 > Anda Abaikan Surat Lamaran

Surat lamaran sama pentingnya dengan CV yang akan anda berikan. HRD memang tidak membacanya dengan sangat objektif, namun HRD akan melihat pemahaman anda tentang berbisnis dan apa yang bisa anda lakukan untuk pekerjaan tersebut.

Meskipun sekarang era digital, ada baiknya anda menuliskan email dengan baik. Anda bisa menghubungkan pengalaman anda yang sesuai dengan pekerjaan tersebut dan juga kemampuan anda. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian HRD.

4 > Terlalu Cepat Untuk Bernegosiasi dengan Gaji

Ini adalah pertanyaan tersulit yang akan diajukan oleh HRD. Anda pun akan mengira-ngira kira-kira berapa banyak yang akan anda dapatkan. Namun tahan dulu…

Sebaiknya anda berfikir dahulu, ini terlalu cepat untuk membicarakan soal gaji.


HRD : ‘Berapa gaji yang anda inginkan?’

Anda : ‘Kira-kira dalam range berapa perusahaan mampu membayar saya?’

Lalu tunggu, dan dengarkan jawaban HRD tersebut.


Semoga dengan membaca artikel ini wawancara yang anda lakukan akan semakin baik dan kesalahan pun akan kecil kemungkinannya terjadi.


(Fa)