Event Review, Gelar Jepang Universitas Indonesia ke-22

Day 1:

Hari pertama dari rangkaian acara ‘Gelar Jepang UI ke-22’ (GJUI) telah berhasil dilangsungkan Sabtu (13/8) di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Depok. Agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (HIMAJA FIB UI) ini berhasil menarik ribuan pengunjung, terhitung sekitar 7000 pengunjung yang masuk sampai pukul 15:00 sore, termasuk mereka para penggemar budaya pop Jepang yang berasal dari berbagai kalangan dan usia.

Pintu masuk dibuka pukul 10:00 pagi, namun para pengunjung yang begitu antusias untuk event yang digadang sebagai event kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia ini, sudah mulai memenuhi lokasi satu jam sebelum jadwal dibukanya pintu masuk.

Mengusung tema ‘Festivity’dengan tagline ‘Matsuriwo Tanoshimou”, pengunjung diajak merasakan suasana dan pengalaman festival musim panas layaknya yang banyak diadakan di Jepang dengan berbagai aktivitas menarik dan tentunya makanan khas festival Jepang. Diantara aktivitas yang terdapat di hari pertama yakni penampilan alat musik tradisional Jepang koto, Orkes Universitas Indonesia Mahawaditra, demonstrasi seni beladiri kendo, berbagai lomba dan workshop.

Selain itu,hari pertama event (GJUI) diisi dengan kegiatan menarik lain yang dilangsungkan sepanjang hari selama event berlangsung. Seperti art exhibition yang akan anda temui ketika memasuki venue, permainan tradisional, foto yukata, dan yang paling banyak menarikperhatian pengunjung hingga mereka rela berlama-lama mengantri yakni Obakeyashiki (Rumah Hantu), yang tidak pernah absen dihadirkan oleh penyelenggara setiap tahunnya.

Dari tahun ketahun, Event Gelar Jepang nampaknya kurang lengkap tanpa kehadiran para cosplayer, sejak event dibuka mereka tidak berhenti berdatangan, satu per satu maupun berkelompok, berekspresi dengan berpenampilan seperti karakter dalam anime atau manga, dan tidak akan sungkan untuk dimintai foto bersama pengunjung.

Day 2:

Seakan tidak ingin terlewatakan keseruan-keseruan yang terdapat dalam rangkaian event GJUI, para pengunjung yang datang ke Pusat Studi Jepang UI Depok semakin ramai. Sama seperti hari sebelumnya, para pengunjung yang datang dari berbagai usia dan kalangan sudah hadir di lokasi sebelum pintu masuk event dibuka.

Keseruan di hari kedua dimulai dengan lomba dance cover, sontak ini menarik banyak perhatian dan membuat Auditorium tempat kegiatan berlangsung penuh oleh penonton. Dilanjut dengan kompetisi cosplay, paracosplayer yang telah datang sejak hari pertama event satu per satu mulai memamerkan aksi mereka dalam berbagai kostum dari karakter manga atau anime Jepang. Sepanjang event berlangsung, mereka (cosplayer) tidak pernah bosan melayani pengunjung yang sekedar ingin berfoto bersama.

Berbagai workshop pun juga diadakan di event GJUI hari ke-2, mulai dari Japanese Class, Origami, sampai Gundam Coaching. Beberapa pengunjung mengatakan sengaja datang untuk menghadiri workshop-workshop tersebut, sebagaimana tidak dikenakan biaya untuk ikut di dalamnya.

Satu yang juga menarik banyak minat dan perhatian pengunjung adalah lomba makan. Baik laki-laki maupun perempuan tidak malu untuk berlomba menghabiskan Takoyaki juga Okonomiyaki dihadapan ratusan penonton yang mengerubungi area perlombaan. Menjelang sore, para fans daribudaya pop Jepang yang hadir di event GJUI seakan terbius dengan lagu-lagu yang diputar oleh penyelenggara, mereka beramai-ramai menari dan menyany i sehingga membuat area tengah Pusat Studi Jepang penuh sesak.

Keseruan GJUI masih akan berlanjut pada Sabtu pekan depan, dimana menjadi perayaan puncak untuk event yang akan berlangsung di Parkir Timur Senayan Jakarta pada 20 Agustus. Berbeda dengan event hari pertama dan kedua yang ‘free-entry’, puncak event mendatang akan dikenakan biaya masuk karena event akan dihadiri para bintang tamu salah satunya yakni idol group asal Jepang, Festive. Bagi kamu yang mengaku suka dengan budayaJepang, Jangan lewatkan keseruan Gelar Jepang UI tahun ini!!





foto: anibee & GJUI

(ADP)