Reggio Emilia, Cara Menghargai Potensi dan Hak Anak

Reggio Emilia, sebuah propinsi di Italia yang merupakan daerah asal pendekatan Reggio Emilia (RE) dalam pendidikan anak usia dini yang memberi anak kesempatan untuk berkembang sesuai potensi dirinya secara alami.


Reggio Emilia Cara Mendidik Anak Usia Dini












Apa Itu Reggio Emilia Approach

Reggio Emilia adalah suate pendekatan dalam mendidik anak usia dini, yang kini banyak digunakan sebagai konsep pada taman bermain dan taman kanak-kanak di seluruh dunia. Dikembangkan oleh seorang pendidik dan guru asal Italia bernama Loris Malaguzzi yang mendorong orangtua untuk menghargai hak azasi anak untuk mengembangkan potensinya secara optimal secara alami dan tidak didijte dengan instruksi-instruksi baku yang menyamaratakan potensi dan kemampuan setiap anak.

Sistem pendidikan anak usia dini, Reggio Emilia ini mengacu pada konsep belajar sendiri, dimana anak itu sendiri sebagai pengajar utama dirinya dan guru berperan sebagai pengajar pendamping atau teman belajar dan bukan sebagai pengajar utama yang memberi instruksi-instruksi layaknya di kebanyakan sekolah. Pengajar yang ketiga dalam pendekatan RE adalah lingkungan sekitar melalui eksplorasi si anak akan belajar banyak hal dari lingkungannya.


Prinsip Pendekatan Reggio Emilia

  • anak harus diberi keleluasaan untuk menentukan arah pembelajaran.
  • anak harus mendapatkan kesempatan untuk memiliki pengalaman menyentuh, bergerak, mendengarkan dan melakukan pengamatan terhadap hal yang ingin dipelajarinya.
  • Anak mendapat kesempatan berinteraksi dengan keluarga, guru dan anak lain tanpa tekanan
  • Anak harus diberi beragam cara dan kesempatan untuk mengekspresikan dirinya sendiri.


Video Tentang Pendekatan Reggio Emilia


Belajar adalah sebuah proses aktif dan bukan proses memasukkan paket-paket pendidikan. Setiap anak memiliki bahasa dan cara yang beragam untuk mengekspresikan dirinya, dan itu yang di apresiasi oleh pendekatan Reggio Emilia dalam mendidik anak usia dini.

Reggio Emilia di Jepang

Di Indonesia belum banyak sekolah yang menerapkan sistem Reggio Emilia (RE) ini, seperti juga di Jepang, kebanyakan taman kanak-kanak di Indonesia yang menggunakan konsep Reggio Emilia ini adalah sekolah bertaraf internasional, karena relatif lebih memiliki keleluasaan dalam menyediakan ruang eksplorasi, sarana dan prasarana untuk siswa-siswa kecilnya.

Sebagai contoh, taman kanak-kanak, Hiratsuka Yochien di area Tokyo Meguro Ward menerapkan konsep RE yang memberi anak kesempatan dan kebebasan memilih. Japan TImes menceritakan di Hiratsuka Yochien, anak-anak dibebaskan, tentunya dengan pendampingan, apa dan kemana ia rasa penasaran dan ingin tahu membawanya.

Cara Mendidik Anak dengan Pendekatan Reggio Emilia


Pada suatu saat, ketika salju musim dingin mulai mencair, area bermain di Hiratsuka Yochien tampak seperti taman lumpur, ketertarikan setiap anak yang berbeda terlihat jelas. Sebagian melompat dengan antusias ke kubangan lumpur, sebagian lain mendekati kubangan dengan berhati-hati, dan sebagian lain memilih menyingkir dari kubangan lumpur dan mengeksplorasi kandang ayam. Perlahan tanpa dikomando, anak-anak akan kembali ke dalam sekolah dan mengalihkan ketertarikannya pada apa yang sedang dilakukan gurunya dengan sendirinya.

Baca cerita ini dalam bahasa Inggris.

Menarik? Beberapa sekolah pre school dan TK berstandar internasional seperti Eton House dari Inggris menggunakan pendekatan Reggio Emilio dalam sistem pendidikannya.

[RaNa]