Karakter Anak Tunggal, Bungsu, Tengah,dan Sulung Menurut Teori Adler

Meskipun karakter tiap anak berbeda dan situasi setiap keluarga berbeda, psikiater Alfred Adler mengemukakan teori mengenai kepribadian anak berdasarkan urutan kelahiran secara umum. Berikut teori Adler mengenai kepribadian anak sesuai urutan kelahirannya, anak pertama, kedua, tengah, bungsu atau lainnya dengan mempertimbangkan hubungan dengan saudara kandung.

Urutan kelahiran seseorang adalah fakta absolut, posisi pertama seseorang dalam struktur sosial dan Albert Adler meyakini bahwa sedikit banyak hal ini meninggalkan jejak yang nyata pada masa kanak-kanak, bahkan seringkali masih terlihat di masa dewasa.

Konsep Adler mengenai karakter anak berdasarkan urutan kelahiran antara lain:
  1. Anak-anak yang berasal dari keluarga yang sama tidak hadir di dunia dalam lingkungan yang sama. Maksudnya, anak pertama dan anak kedua dalam keluarga yang sama lahir dalam kondisi psikologis yang berbeda.
  2. Situasi psikologis saat seorang anak lahir lebih memiliki pengaruh pada kepribadiannya dibandingkan urutan kelahiran. Maksudnya, meski seseorang terlahir sebagai anak pertama, namun ia memiliki kecerdasan dan kecerdikan lebih rendah daripada anak kedua, maka si anak kedua bisa berkembang mengambil alih peran sebagai si sulung.
  3. Perbedaan usia antara saudara sekandung yang cukup jauh dapat menurunkan tingkat kompetisi antara keduanya.
  4. Karakter anak berdasarkan urutan kelahiran bukanlah sesuatu yang absolute, namun hanya sebagai satu faktor yang mempengaruhi.
  5. Teori Adler berfokus pada konsep 5 urutan dasar kelahiran yaitu tunggal, pertama, kedua, tengah dan bungsu. Setiap posisi memiliki karakter sendiri yang dipengaruhi keuinikan situasi kondisi pada tahun-tahun pertamanya dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Berikut teori Adler tentang karakter anak dari 5 urutan dasar diatas:

Anak Tunggal

Anak tunggal dari orangtua baru biasanya hadir dalam situasi seperti berikut ini dalam keluarga:

  • Mendapat perhatian penuh dari kedua orangtuanya
  • Menjadi rival bagi salah seorang orangtua
  • Terlalu dilindungi (over protected) dan
  • Dimanja.

image: gradinita-iepurasulcelistet.ro


Maka si tunggal akan memiliki karakter sebagai berikut::

  • Senang menjadi pusat perhatian
  • Sering memiliki kesulitan berbagi dengan sebaya
  • Lebih senang berada di sekitar orang dewasa dan berbicara seperti orang dewasa.

Anak Sulung

Si sulung dalam keluarga umumnya hadir dalam situas keluarga seperti berikut:

  • Kekuasaan atau kepemimpinan diambil alih oleh anak kedua
  • Harus belajar berbagi
  • Harapan orangtua terhadapnya tinggi
  • Diberi banyak tanggung jawab dan
  • Diharapkan menjadi contoh

Dengan kondisi-kondisi yang umum terjadi pada si sulung tersebut, maka anak pertama ini akan memiliki karakter sebagai berikut:

  • Bisa menjadi otoriter dan ketat dalam aturannya
  • Merasa kekuasaan adalah haknya
  • Dapat sangat menolong bila diberi dorongan atau motivasi
  • Dapat lebih dekat dengan ayah saat sang adik hadir

Anak Kedua

Dengan situasi dan kondisi yang kebanyakan terjadi dalam keluarga sebagai berikut:

  • Ia memiliki seseorang yang menjadi pembuka jalan (si sulung)
  • Selalu ada orang yang berada didepannya

Maka menurut teori Adler si anak kedua ini akan memiliki karakter sebagai berikut:

  • Lebih kompetitif karena disadarinya atau tidak, ia ingin mengambil alih posisi si sulung
  • Bisa menjadi pelawan dan berusaha mengungguli semua orang
  • Sebuah kompetisi dapat dibuatnya menjadi sebuah persaingan

Anak Tengah

Si tengah yang terjepit diantar saudara kandung, menurut Adler, dapat merasa tak memiliki hak istimewa dan merasa tidak penting dalam keluarga.

Anak tengah biasanya memiliki karakteristik:

  • Tidak mudah marah
  • Masa bodoh
  • Ragu antara mempertahankan posisi yang dianggapnya sudah kurang menguntungkan atau melawan sesuatu yang dianggapnya tidak adil.

Anak Bungsu

Si anak terkecil ini biasanya terbiasa memiliki ayah-ayah dan ibu-ibu lain yaitu kakak-kakaknya dimana si sulung sering mengajarinya berbagai hal dan posisinya tidak dapat direbut.

Maka karakter si bungsu dalam teori Adler:

  • Memiliki keinginan menjadi lebih hebat dari saudara-saudaranya
  • Sering memiliki rencana besar yang jarang berhasil
  • Selalu menjadi si ‘bayi’
  • Dan biasanya manja.

Menarik? Apakah teori Adler tersebut sesuai dengan anda saat masihb kanak-kanak? Masihkan berbekas hingga anda dewasa kini?

Jika anda adalah orangtua, mungkin anda dapat menggunakan teori Adler untuk mengerti karakter anak dan memahami mengapa ia termotivasi melakukan sesuatu hal.



[RaNa]