2 Cara Mengasuh Anak dengan Proximal dan Distal Parenting

Cara mendidik dan mengasuh anak biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya tingkat pendidikan orang tua, latar belakang keluarga hingga adat istiadat atau budaya. Banyak teori cara mendidik dan mengasuh anak sebagai panduan orang tua modern dan salah satunya adalah teori Proximal Parenting dan Distal Parenting.

Proximal dan distal diambil dari istilah medis untuk menyebut bagian tubuh, khususnya bahu, lengan siku, pergelangan tangan, telapak dst.

Proximal untuk menyebut yang lebih dekat dengan pusat dan distal untuk menyebut yang jauh dari pusat, sehingga proximal parenting adalah cara mengasuh dimana kedekatan orang tua dan anak baik secara fisik maupun emosional sangat erat, sedangkan distal parenting adalah cara mengasuh dengan lebih sedikit sentuhan fisik dan keterikatan orang tua secara emosional relatif lebih cepat merenggang dibanding orang tua dengan gaya pengasuhan pertama.

Lalu apa contoh nyata perbedaan diantara keduanya?


Apakah Proximal Parenting?

Proximal Parenting cara mendidik dimana anak banyak mendapat kasih sayang berupa usapan, pelukan, gandeng tangan dan berbagai kasih sayang yang diungkapkan dengan sentuhan fisik.

Selain itu orang tua yang menerapkan Proximal Parenting cenderung lebih proaktif memenuhi kebutuhan anak,bahkan sebelum si anak menyadari ia membutuhkannya.

Seringkah anda memeluk dan mencium anak? Menggandeng tangan anak saat berjalan? Jika ya, anda menerapkan Proximal Parenting.

Adalah umum di Indonesia kasih sayang orang tua dan anak diungkapkan melalui sentuhan fisik seperti peluk dan cium atau cuddling. Ini salah satu contoh proximal parenting.

Bentuk lainnya adalah kedekatan emosional. Di Jepang misalnya, peluk dan cium orang tua dan anak tak banyak dilakukan, namun melayani anak hingga merasakan tekanan saat anak menempuh ujian banyak dijalani ibu-ibu Jepang. Tak aneh bagi para ibu untuk ‘ekstra’ ikut campur dalam urusan sekolah, hingga ada istilah Kyo Mama untuk ibu-ibu ambisius yang berusaha keras agar si anak menjadi berhasil di sekolah.

Apakah Distal Parenting?

Meskipun Distal Parenting adalah kebalikan dari Proximal Parenting dalam menunjukkan kasih melalui sentuhan fisik, namun tak berarti mereka yang menerapkan tak pernah memeluk atau memangku si buah hati. Hanya saja intensitasnya cenderung lebih sedikit, lebih jarang dibandingkan cara Proximal.

Apakah anda mendudukkan si balita di baby chair saat waktu makan dan dengan disiplin melatihnya makan sendiri sejak dini? Melatihnya memilih dan memakai bajunya sendiri sejak usia dini meski dipastikan membuat tumpukan baju berantakan serta membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan jika anda membantu memilihkan dan memakaikan? Atau mengharuskan anak tidur di kamarnya sendiri sejak bayi? Atau bahkan melepas anak untuk mandiri ‘as soon as’ anak meninggalkan bangku sekolah menengah? Jika ya, anda sedang menerapkan cara pengasuhan Distal Parenting.

Umumnya sekarang tidak ada cara mendidik yang sepenuhnya Proximal atau sepenuhnya Distal, namun lebih kepada kombinasi kedua gaya pengasuhan ini, meski selalu ada yang lebih dominan dan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Yang mana yang lebih anak sukai?

  • RaNa