10 Tanda Bayi Tumbuh Gigi, Fakta atau Hoax?

Ayah dan ibu baru umumnya ekstra perhatian pada perkembangan bayi barunya dan seringkali panik atau kuatir saat si kecil rewel. Kakek nenek dan mereka yang berpengalamanpun urun suara dan kalimat ‘mau tumbuh gigi’ pun popular. Keluarnya gigi pertama umumnya terjadi pada usia 4 hingga 7 bulan, meski bisa saja lebih cepat atau lebih lambat. Lalu apa sih yang bisa jadi tanda – tanda bayi akan tumbuh gigi? Apakah 10 tanda - tanda yang biasa dijadikan alasan 'mau tumbuh gigi' ini benar merupakan pertanda atau kepercayaan turun temurun yang kurang tepat?

10-tanda-bayi-tumbuh-gigi

1. Air liur ekstra alias ngiler atau ngences.

Produksi ekstra air liur hingga meluber atau yang biasa disebut ngences, umumnya dialami bayi karena produksi kelenjar ludah meningkat perlahan sejak lahir dan ketika mencapai usia sekitar 4 bulan, produksi ludah seringkali lebih banyak daripada yang mampu ditelan bayi.

Sedangkan pertumbuhan gigi pertama normalnya terjadi di sekitar usia 4 hingga 7 bulan, sehingga faktor kebetulan tersebut menjadikan kakek nenek kita dahulu menjadikan ngiler atau 'ngences' menjadi tanda waktu pertumbuhan gigi sudah dekat.


2. Ruam sekitar mulut.

Ruam pada wajah khususnya di sekitar area mulut sering terjadi dan seringkali disebut sebagai tanda bayi mau tumbuh gigi. Sebenarnya hal ini berkaitan dengan point diatas, karena air liur yang terus menerus meluber dalam beberapa waktu, wajar saja bila terjadi ruam, terutama pada area sekitar mulut.


3. Gusi meradang.

Pembentukan gigi telah dimulai sejak bayi masih didalam perut dan saat akan keluar menembus gusi, wajar saja jika menimbulkan rasa nyeri bahkan gusi bisa tampak bengkak dan atau memerah.

Masih ingat saat gigi bungsu anda tumbuh?


4. Menghisap jari.

Menghisap jari adalah mekanisme alami yang dilakukan bayi untuk meredakan nyeri.

Pastikan saat bayi menghisap tangan pastikan tangan bayi dalam keadaan bersih.


5. Berusaha memasukkan benda ke mulut.

Sama seperti point diatas, ini juga adalah cara alami bayi dalam usahanya meredakan nyeri yang ia rasakan. Anda juga dapat membantunya dengan memberi teether atau mainan gigitan untuk bayi dari bahan dan warna yang tidak beracun.

Pastikan benda yang dimasukkan ke mulut bayi aman dan higienis.


6. Sulit makan.

Gusi nyeri atau tidak nyaman, kadang membuat sebagian bayi menolak makan, namun sebagian lainnya justru memanfaatkan makanan untuk mengurangi rasa tak nyaman dengan menekan – nekan makanan.

Bila bayi anda termasuk yang menolak makan, mungkin dapat dibantu dengan nutrisi cair. Yang pasti, bayi anda membutuhkan nutrisi.


7. Pilek ringan.

Pilek ringan bahkan batuk ringan sering terjadi pada masa gigi akan tumbuh, namun ini tidak disebabkan oleh usaha gigi menyundul keluar gusi, namun lebih disebabkan oleh faktor higienis saat bayi memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut yang pada saat bersamaan bisa jadi kondisi tubuh sedang turun.


8. Infeksi telinga.

Infeksi telinga juga bukan karena gigi yang akan keluar, namun seringkali terjadi saat bayi yang akan tumbuh gigi terkena pilek atau hidung tersumbat.


9. Sulit tidur.

Pada saat seperti ini, apalagi bila disertai pilek, batuk bahkan hidung tersumbat, bayi akan sulit tidur pulas dan menjadi rewel. Berikan ekstra pelukan dan usapan. Pastikan anda pun dalam keadaan tenang.


10. Demam ringan.

Seharusnya tumbuh gigi tidak menyebabkan demam, meski bisa saja terjadi karena nyeri saat gigi berusaha menyundul keluar gusi atau pada hari gigi berhasil menembus gusi.

Meski demikian, apabila demam yang dialami bayi adalah demam tinggi, disertai batuk, pilek, radang telinga apalagi diare, sangat disarankan untuk menemui dokter anak, karena sangat mungkin demam disebabkan infeksi virus atau bakteri.



- RaNa