Cara Melatih Anak Cepat Bicara dan Tahapan Normal Menurut Dokter Anak Indonesia

Saat anak belum bicara sebanyak dan selancar anak seusianya atau masih mengeluarkan suara – suara seperti bayi saat menginginkan sesuatu, orang tua pun seringkali dilanda kecemasan. Apakah ada sesuatu yang salah dengan anaknya? Bahwa orang tua menyadari ada keterlambatan bicara pada anak adalah satu langkah awal yang baik, namun kapan sih sebenarnya lambat bicara perlu diwaspadai? Berikut cara melatih agar anak cepat bicara dan tanda – tanda yang perlu diwaspadai orang tua dalam perkembangan kemampuan bicara anak.

Secara alami seorang anak yang sehat dan tidak ada masalah apapun akan berbicara dengan sendirinya dan seberapa seringnya ia bicara tentunya juga tergantung kepribadian masing – masing anak, namun orang tua dan mereka yang mengasuh sehari – hari juga dapat membantu perkembangan kemampuan bicara anak dengan 5 tips dibawah ini.

anak terlambat bicara










flickr/ Mike Liu via fatherly

Ajak Bicara

Seringlah mengajak bicara si kecil. Antara usia 0-6 bulan mungkin menyebut 1 kata namanya dan 1 kata nama anda atau kegiatan lain yang berhubungan dengannya lambat dan jelas tentu akan membantu atau memudahkannya mengenal dan menyebut kata yang sama.

Saat ia sudah dapat mengucapkan satu kata, bantu lagi ia dengan menyempurnakan kosakatanya. Misalnya saat ia mengatakan “Susu” anda dapat mengulanginya dengan tambahan deskripsi seperti “Susu hangat” saat memberi susu botol yang dimintanya.

Dengarkan Celotehnya

Mendengarkannya sama pentingnya dengan bicara padanya bagi anak. Apakah ia bicara, bernyanyi atau lainnya, tunjukkan bahwa ia bicara pada anda adalah menarik untuk anda.

Dengarkan dengan melihatnya, meski anda bisa mendengarnya sembari menjawab pesan – pesan di smartphone anda.

Gunakan Bahasa Tubuh, Intonasi dan Ekspresi Wajah

Kebanyakan orang Indonesia tidak banyak menggunakan Bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Meski ada beberapa suku bangsa di negeri ini yang cenderung lebih ekspresif, namun kebanyakan tidak terlatih untuk menggunakan banyak Bahasa tubuh saat bicara, padahal saat dewasa, kemampuan bercerita atau menyampaikan sesuatu dengan kata – kata yang dilengkapi intonasi suara, bahasa tubuh dan ekspresi yang sesuai membuat seseorang lebih menarik.

Tak percaya? Coba lihat para motivator atau coba perhatikan seseorang yang anda senang mendengarkannya bicara. Apakah ia pandai memainkan ekspresinya? Menaik turunkan intonasi suaranya? Atau bercerita dengan Bahasa tubuhnya? Jadi tak ada salahnya melatih si kecil terbiasa berkomunikasi dengan semua yang dimilikinya.

Selain itu, Bahasa non-verbal sangat menolong anak yang sedang belajar berbicara untuk mengerti kalimat dan kata.

Batasi Waktu Menonton Televisi dan Gadget

Orang tua ‘zaman now’ tak jarang meminta pertolongan gadget dan televisi untuk mengasuh anaknya. Pengasuh-pengasuh elektronik tersebut seringkali membuat si anak fokus memperhatikan dan memberi orang tua waktu bernapas dan… bermain gadget-nya sendiri.

Sayangnya, acara-acara televisi dan video – video anak tidak interaktif, berbeda dengan anda. Anda interaktif. Anda akan menjawab, berkomentar, tertawa, memasang ekspresi terkejut dan lain – lain.

Bacakan Buku Cerita

Tak hanya bisa jadi kegiatan menyenangkan menjelang tidur,membacakan cerita punya banyak manfaat diantaranya memperkaya kosakata anak, mengasah daya ingatnya dan membentuk kegemaran membaca sejak dini.

Lalu bagaimana tahapan perkembangan kemampuan bicara anak normalnya? Berikut tahapan yang disadur dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Bila sampai dengan usia 6 bulan bayi anda belum mengeluarkan suara tanpa makna (babbling) ala bayi dan tidak menoleh saat dipanggil namanya, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan si kecil baik – baik saja.

Bila sampai usia 12 tahun tidak ada tanda – tanda ia mengenal sebutan orang tua dan orang – orang lain yang sehari – hari ditemuinya atau tidak pernah menunjukkan keinginannya dengan Bahasa tubuh seperti menunjuk sesuatu yang diinginkannya, sebaiknya anda menemui dokter anak di klinik – klinik tumbuh kembang untuk mendapat pemeriksaan menyeluruh.

Saat usianya mencapai 1,5 hingga 2 tahun, biasanya anak telah dapat mengucapkan kalimat yang cukup jelas dan dapat dimengerti serta dapat membuat kalimat setidaknya 2 kata. Jika ia masih dalam tahap babbling atau bicara bahasa bayi yang tak jelas, mungkin saatnya anda menemui ahlinya.

Menginjak 2 hingga 3 tahun, seorang anak umumnya telah mampu membentuk kalimat singkat dan jelas dan pada usia 4 tahun, umumnya anak sudah dapat bercerita dengan kalimat – kalimat yang dapat dimengerti dengan jelas.


- Rana