Fotografer Cosplay- Jay Tablante! Bagian II


SUMBER GAMBAR: ICDS

Kalau pada artikel sebelumnya sudah baca bagaimana Jay Tablante mengawali karier-nya sebagai fotografer dan bagaimana fotografi cosplay menyatukan kecintaannya pada komik, anime dan fotografi, sekarang kita lanjutkan obrolan anibee dengan pria berbakat ini yuk…

anibee: Sementara ada banyak cosplayer yang sangat berbakat di luar sana, photoshoot yang baik (dengan fotografer yang berkualitas!) sangatlah penting untuk mengoptimalkan kerja cosplayer. Bagaimana kamu menjaring inspirasi yang kamu butuhkan untuk memotret cosplayer-cosplayer itu?


Jay: Usaha kolaboratif di atas segalanya. Aku mengusahakan untuk memiliki kedekatan emosional dengan karakter yang akan kugarap, atau setidaknya punya kenangan masa kecil dengannya. Pasti ada satu sifat dari karakter ini yang sangat kuingat dan membuat efek pada masa kecilku. Aku mengeluarkan imajinasi kekanakkanku itu dan mulai menciptakan imaji dengan elemen apapun yang melintas di pikiranku saat itu.

anibee: Dalam cosplay scene, ada aura yang selalu tumbuh, yaitu aura tekanan untuk selalu ‘kompetitif’ dengan melakukan banyak faktor (misalnya memakai atribut terbaru, melakukan lebih banyak shoot yang ‘berani’.) Apa pendapatmu tentang ini?

Jay: Pop-culture is harus menjadi sesuatu yang dirayakan bersama, dan seharusnya membangun persahabatan yang baik. Tekanan untuk selalu kompetitif bisa jadi sesuatu yang sehat pada level tertentu, tapi tentu saja semua yang berlebihan itu buruk.


Seperti bagiku, aku sebenarnya sudah tidak peduli apa yang orang pikirkan; aku nggak kompetitif seperti itu, tapi aku berkompetisi dengan diriku sendiri. Aku adalah kritikus terburuk bagi diriku sendiri, dan cenderung memaki karyaku sendiri, dan itu membuatku berusaha untuk membuat yang lebih baik di saat selanjutnya.

anibee: Sementara banyak orang yang mulai menyadari fakta bahwa perusahaan mulai banyak yang melihat kegunaan cosplay bagi keuntungannya ada cosplayer-cosplayer yang sangat menolak ‘komersialisasi’ ini. Apa pendapatmu tentang hal ini?

Jay: Ini dimana aku mengambil pendirian pragmatis. Semua properti (karakter) yang diperkenalkan pada publik sebenarnya sudah dikomersialkan. Mereka ada untuk keuntungan perusahaan sehingga perusahaan bisa memproduksi lebih banyak komik, anime, film,dsbÂ…

Cosplay yang diuangkan menurutku adalah evolusi alami saat kesenianmu disadari oleh pihak yang juga mau menghidupkan karakter itu, dan mereka mau membayarmu untuk bergabung.


Sebagai contoh, Hatsune Miku lahir karena alasan-alasan komersil. Daya tatrik cosplaynya sama sekali tidak terlihat, kan, awalnya? Perusahaan manapun yang nggak mau mengambil keuntungan dari situasi unik itu akan kehilangan kesempatan yang sangat besar.

Pada akhirnya, selama itu adalah hobi, kamu harus punya uang untuk membiayai hobimu. Aku nggak percaya dengan yang dibilang “karya seni dagangan”.

anibee: Apa rencanamu ke depan yang terdekat?

Jay: Saat ini aku sedang mengerjakan Geekology 2, buku cosplayku berikutnya dan tentu saja mencari karakter-karakter berikutnya untuk kupotret.

anibee: Ada saran untuk sesama fotografer cosplay yang ingin membuat perubahan besar di arena cosplay?

Jay: Jangan pernah lepaskan imajinasi masa kecilmu!


Tentu saja, imajinasi memang jadi bahan bakar untuk karya-karya hebat – dan Jay Tablante mendapatkannya di arena cosplay dan pop culture! Temui Jay di ICDS Agustus ini!
Lihat karya-karyanya di Facebook dan Deviantart Jay Tablante!

Terima kasih khususnya untuk Neo Tokyo Project, dan Jay Tablante untuk waktunya!

- Q

Related Article