Apa Yang Jadi Penghalang Seorang Cosplayer? PART 2

Setelah membahas tentang warna kulit coklat menuju hitam yang sering membuat seorang cosplayer ragu untuk memerankan karakter-karakter manga yang pada dasarnya berkulit putih khas Asia, pada artikel ini, kita akan membahas bentuk badan. Tidak sedikit cosplayer yang mengaku tidak berani memerankan karakter-karakter yang terlalu populer pada masanya, misalnya saat ini Hatsune Miku, karena bentuk badan mereka terlalu besar. Fans karakter anime yang sedang populer itu akan mengkritik dan mungkin mencela si cosplayer karena gagal membawa karakter idolanya menjadi kenyataan ( salah satu tujuan cosplay adalah menghidupkan karakter-karakter fiktif di anime/manga).

Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang normal, menjalani kehidupannya sehari-hari dengan gembira dan berkutat dengan anime dan manga favoritnya – bisa berubah menjadi orang yang nervous, dan kepercayaan dirinya merosot jauh – di sebuah festival cosplay.


SUMBER FOTO: COSPLAY TRAIN WRECK

Aku membaca sebuah essay pribadi yang cukup menyedihkan. Seorang otaku yang memutuskan untuk tidak akan melakukan cosplay lagi karena rasa malu yang menjadi-jadi ketika di festival ia bertemu dengan beberapa cosplayer yang memerankan karakter yang sama dengannya, dan mereka tampak jauh lebih baik, lebih mirip dengan karakter anime tersebut; bukan karena detil kostum dan propertinya, tapi karena bentuk badan.

Bukankah cosplay seharusnya adalah sebuah bentuk hiburan, rekreasi, atau sejenak menciptakan realita favorit kita: dunia anime ? Cosplay adalah kesempatan untuk merasakan menjadi karakter favoritnya. Setuju, nggak?

Daripada mencela, bagaimana kalau – lain kali saat kita melihat cosplayer berbadan besar sedang memerankan karakter favorit kita, kita hargai dan apresiasi usahanya. Terutama jika dia bisa menghayati peran tersebut. Let’s make this anime world a better place for every otaku in the world!

-Keisha