Bagaimana Mendiagnosis Diabetes dalam Tubuh Kita


Diabetes atau kencing manis adalah sebuah proses yang alami, itu berarti tidak hanya orang yang keturunan diabetes saja yang dapat kena penyakit tersebut, semua orang bisa terjangkit oleh penyakit yang merusak dari dalam tubuh kita, dan faktor terbesar selain keturunan adalah gaya hidup kita. Lantas bagaimana mendiagnosa diabetes dalam tubuh kita?

Seorang dokter dapat mendiagnosis diabetes dengan memeriksa gejala seperti haus yang berlebihan, sering buang air kecil, dan dengan melakukan tes glukosa dalam darah atau urine. Ketika glukosa darah naik di atas titik tertentu, ginjal melewati glukosa ekstra dalam urin. Namun, tes urine saja tidak cukup untuk mendiagnosis diabetes.

Metode kedua untuk pengujian glukosa adalah tes darah yang biasanya dilakukan di pagi hari sebelum sarapan pagi (tes glukosa puasa) atau setelah makan (tes glukosa postprandial). Tes toleransi glukosa oral adalah jenis kedua tes darah yang digunakan untuk memeriksa diabetes. Terkadang bisa mendeteksi diabetes saat tes darah sederhana tidak. Dalam tes ini, glukosa darah diukur sebelum dan sesudah seseorang mengkonsumsi minuman glukosa dan gula manis yang kental. Biasanya, glukosa dalam darah seseorang meningkat dengan cepat setelah minum dan kemudian turun secara bertahap lagi karena insulin memberi sinyal pada tubuh untuk memetabolisme glukosa. Pada seseorang pengidap diabetes, glukosa darah akan naik dan tetap tinggi setelah konsumsi cairan.

Seorang dokter dapat memutuskan, berdasarkan tes ini dan pemeriksaan fisik, apakah seseorang menderita diabetes. Jika tes darah tidak normal, dokter mungkin ingin memantau glukosa darah seseorang secara teratur. Jika seseorang kelebihan berat badan, dia mungkin akan disarankan untuk menurunkan berat badan. Dokter juga bisa memantau jantung pasien, karena diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung.

Poin yang perlu diingat

Seorang dokter akan mendiagnosis diabetes dengan mencari empat macam bukti:

  • Faktor risiko seperti berat olahraga dan riwayat keluarga diabetes
  • Gejala seperti haus dan sering buang air kecil
  • Komplikasi seperti masalah jantung
  • Tanda kelebihan glukosa atau gula dalam darah dan tes urine.








foto: paras, healthline

(ADP)