Apakah Kamu Beresiko Terkena Pra-Diabetes?

Kalau kamu mengidap pra-diabetes, artinya kamu puya gula darah yang lebih tinggi dari normal namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosa sebagai diabetes. Kalau tidak segera ditangani, pra-diabetes bisa menjadi diabetes tipe-2, penyakit jantung, dan stroke.

Menurut the National Institutes of Health (NIH), pra-diabetes dapat disembuhkan. Pengobatan meliputi modifikasi gaya hidup, seperti pilihan makanan, dan olahraga. Diabetes tipe 2 bisa terjadi jika selama 10 tahun kamu tidak menyembuhkan pra-diabetesmu, ungkap Mayo Clinic.

Langkah awal untuk menangani pra-diabetes adalah memahami apa itu pra-diabetes. Baca terus untuk tahu lebih dalam tentang diagnosa ini dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya.

Pra-diabetes tidak punya gejala yang jelas. Beberapa orang mugkin mengalami kondisi yang terkait dengan resistansi insulin seperti sindrom polycystic ovarian, dan acanthosis nigricans yang membuat corak-corak gelap dan menebalnuya kulit di area leher, lutut, ketiak, dan siku.

Siapa yang beresiko terkena pra-diabetes?

· Gendut. Orang yang kelebihan berat badan adalah penanggung resiko utama pra-diabetes. Semakin tebal lemak dalam jaringan tubuhmu, terutama di perut, semakin resistan sel mu terhadap insulin.

· Lingkar pinggang. Ukuran pinggang wanita yang lebih dari 35 inci dan pria dengan lingkar pinggang lebih dari 35 inci beresiko mengidap pradiabetes.

Sumber Foto: farm3

· Pola makan. Kalau kamu sering makan daging merah dan daging prosesan, dan minum minuman manis, kamu sangat beresiko terkena pra-diabetes. Diet yang tinggi buah, sayur, dan kacang alami merendahkan resikomu terkena penyakit ini.

· Tidak aktif. Semakin tidak aktif pergerakan badanmu, semakin kamu beresiko terkena pra-diabetes. Kegiatan badan membantumu mengendalikan berat badan, selain itu, kegiatan badan yang berat juga menggunakan glukosa sebagai energi.

· Usia. Walau diabetes dapat menyerang usia berapapun, resiko pra-diabetes meningkat setelah usia 45. Mungkin karena setelah usia itu, orang lebih jarang berolahraga.

· Riwayat Keluarga. Resikomu meningkat jika kamu punya orang tua atau saudara kandung yang mengidap diabetes tipe-2.

Kamu bisa mengurangi resiko terkena diabetes dengan menjadi aktif secara rutin. Tiga puluh menit dari aktivitas apapun yang meningkatkan detak jantungmu seperti berjalan, berlari, dan menari sebanyak mungkin dalam seminggu – sangat disarankan.

Tiga puluh menit olahraga per hari dan penurunan berat badan 10-15% menurunkan resikomu terkena diabetes tipe-2 menurut American Diabetes Association. (AOZ)