Manfaat Kayu Manis, Dari Meningkatkan Kemampuan Otak Hingga Atasi Diabetes


Rempah yang dikenal dengan nama ‘cinnamon’ oleh orang luar Indonesia, ternyata tidak hanya sekedar bahan penting yang dapat membuat sebagian jenis masakan menjadi semakin menggugah selera. Di samping aroma dan rasanya


yang khas, kayu manis juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, diantaranya:

Meningkatkan Kemampuan Otak

Menurut tim peneliti dari Rush University Medical Center, kayu manis bubuk dapat membantu seseorang lebih baik dalam proses belajar. Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan bahwa kayu manis dapat membuat protein vital yang menjadi kunci dalam daya ingat dan belajar menjadi lebih baik.

Kayu manis dapat menjadi salah satu pendekatan yang paling mudah dan aman untuk seseorang yang kesulitan dalam belajar menjadi lebih baik. Karena, ketika seseorang mengonsumsi kayu manis, tubuh manusia akan mengubah kayu manis menjadi zat kimia sodium benzoate. Yang mana zat tersebut mampu meningkatkan kesehatan saraf yang menjadi aspek vital dalam proses belajar.

Mengatasi Parkinson

Penelitan akan hubungan kayu manis dan otak juga pernah dilakukan. Dalam penelitian ditemukan bahwa kayu manis memiliki kemampuan untuk menghentikan laju penyakit Parkinson pada tikus. Ketika kayu manis berubah menjadi sodium benzoate dalam tubuh, zat tersebut akan bekerja melindungi saraf-saraf tubuh. Selain itu, sodium benzoate juga akan menormalisasi sel otak serta meningkatkan komunikasi yang terjadi di dalamnya. Atas dasar itu peneliti menarik hipotesa bahwa kayu manis dapat menjadi temuan yang memiliki potensi besar untuk mengatasi penyakit Parkinson pada manusia.

Menurunkan Kadar Gula Darah (Diabetes)

Hampir 20 tahun yang lalu, peneliti menemukan bahwa kayu manis dapat menyerupai insulin dalam tubuh sekaligus menggerakkan reseptor yang menurunkan kadar gula dalam darah. Tim peneliti Pakistan juga pernah memberikan penderita diabetes Tipe 2 kapsul kayu manis dengan dosis beragam yang harus dikonsumsi setelah makan. Hasilnya, kadar gula dalam darah pasien menurun.

Kemudian pada tahun 2007, tim peneliti lain juga melakukan penelitian terhadap kayu manis dan diabetes. Para wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik diminta untuk mengonsumsi kayu manis setiap hari selama delapan minggu. Para wanita tersebut menunjukkan adanya penurunan resistensi insulin yang signifikan.


Meskipun hubungan kayu manis dan diabetes telah diungkapkan, peranannya sebagai media pengobatan untuk diabetes masih membutuhkan penelitan yang lebih lanjut, sebagaimana saat ini para ilmuwan melihat kayu manis belum dapat menjadi jawaban pasti dan kuat untuk para penderita penyakit gula darah atau diabetes. namun, bukankah tidak ada salahnya untuk mencoba mengonsumsi kayu manis bagi para pengidap diabetes?






foto: diabetesdialypost

(ADP)