Segelas Susu Sehari dapat Mengurangi Risiko Diabetes dan Hipertensi

Kabar gembira untuk para penggemar susu, sebuah studi baru yang dilakukan oleh National University of Singapore menemukan bahwa segelas susu setiap hari dapat mengurangi risiko seseorang terkena diabetes dan hipertensi (darah tinggi). Orang dewasa yang minum setidaknya satu gelas susu 240ml setiap hari berisiko 12% lebih rendah terkena diabetes. Mereka juga memiliki risiko hipertensi 6% lebih rendah, penyakit kronis lain yang umum dialami banyak orang di dunia.

Sebuah pengamatan serupa dilakukan untuk konsumen produk susu, yang terdiri dari total 11 kelompok makanan seperti susu, Milo, Yakult, serta mentega dalam roti dan es krim. Peserta yang mengkonsumsi rata-rata 252g susu per hari memiliki risiko hipertensi dan diabetes masing-masing sebesar 11 dan 7 persen lebih rendah. Temuan ini berasal dari Singapore Chinese Health Study, yang dimulai pada tahun 1993 dan mencakup sekitar 63.000 peserta keturunan Cina yang sekarang berusia 45 sampai 74 tahun.

Peneliti menindaklanjuti dengan peserta secara bertahap, selama periode 10 tahun. Mereka hanya berfokus pada satu kelompok ras untuk menstandardisasi metodologi studi, karena ini mengurangi perbedaan pola makan yang timbul dari faktor budaya. Tapi penelitian ini tidak menentukan jenis susu - seperti susu rendah lemak dan segar - yang terbaik dari segi manfaat kesehatannya.

Studi serupa telah dilakukan di negara lain, namun The Straits Times memahami bahwa ini adalah penelitian lokal skala besar pertama mengenai manfaat kesehatan susu. Studi yang diterbitkan tahun ini, juga menemukan bahwa, secara keseluruhan, orang Asia minum lebih sedikit susu daripada orang-orang dari negara lain. Misalnya, warga negara China meminum sekitar 20 liter susu per kapita pada tahun 2013, jauh berbeda dengan 125 liter per kapita yang dikonsumsi orang Finlandia.

Menurut Prof Koh: "Terkadang, ada kesalahpahaman bahwa gen intoleransi laktosa lebih umum terjadi di Asia, namun belum ada bukti kuat untuk mendukung kepercayaan ini. "Orang Asia juga cenderung mengkonsumsi lebih sedikit susu daripada orang Barat karena perbedaan masakan. Roti, yang mengandung mentega, biasa digunakan di banyak negara Eropa sedangkan makanan pokok kita ada di sini adalah nasi."








foto: idiontv

(ADP)