5 Fakta Mengejutkan Diabetes pada Anak


Diabetes adalah penyakit kronis yang umum terjadi pada anak-anak setelah asma, namun bersyukurlah karena presentase untuk seorang anak-anak memilikinya masih relatif rendah. Penasihat Orang Tua Lori Laffel, MD di Pusat Diabetes Joslin Harvard, menjelaskan kebenaran penting tentang penyakit diabetes pada anak…


> 1 > Fakta: Kebanyakan Anak yang Menderita Diabetes Tidak Gemuk

Diabetes tipe 2, biasanya dipicu oleh obesitas namun biasa terjadi pada orang dewasa dan sekarang didiagnosis pada anak-anak berusia 6 tahun. Berdasarkan hal itu, sejumlah besar anak-anak justru mendapatkan yang type 1, penyakit autoimun meningkat 4 persen semenjak tahun 1970-an terutama terjadi pada anak-anak muda. Hanya 3.700 anak yang didiagnosa mengidap diabetes tipe 2 setiap tahunnya dibandingkan dengan 15.000 yang mengidap diabetes tipe 1.

Menurut sebuah penelitian besar yang memberikan gambaran rinci mengenai diabetes pada anak-anak di Amerika Serikat, ternyata cukup berbeda-beda. Pada tipe 1, yang tidak diketahui penyebabnya, sistem kekebalan tubuh secara keliru menghancurkan sel sehat di pankreas yang berfungsi untuk menghasilkan insulin, yaitu hormon yang membantu tubuh mendapatkan energi dari makanan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, anak-anak biasanya memerlukan suntikan insulin beberapa kali dalam sehari.

Pada tipe 2, pankreas biasanya lebih banyak menghasilkan insulin (setidaknya pada awalnya), namun sel-sel di seluruh tubuh mengalami kesulitan menggunakannya – ini adalah suatu kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin. Tapi apapun jenisnya, diabetes menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi saat glukosa dari makanan terbangun karena tidak bisa masuk ke sel tanpa insulin. Seiring waktu, kelebihan gula darah bisa merusak organ dan jaringan di seluruh tubuh.


> 2 > Fakta: Anak yang Berkulit Putih Memiliki Resiko Tertinggi

Banyak orang telah mendengar bahwa diabetes lebih mengancam kaum minoritas, namun sekitar 71 persen dari semua anak yang menderita penyakit ini berkulit putih. Peneliti di SEARCH for Diabetes in Youth Study dan Dana Dabelea, MD, PhD, dari University of Colorado Denver Health Sciences Pusat menjelaskan bahwa, diabetes tipe 1 yang lebih umum daripada diabetes tipe 2 lebih tinggi terjadi pada orang yang berkulit putih. Meskipun tipe 2 memang terjadi lebih sering pada kelompok minoritas – termasuk orang Afrika-Amerika dan Hispanik – resiko keseluruhan terkena diabetes jauh lebih rendah.


> 3 > Fakta: Diabetes Tidak Disebabkan Karena Terlalu Banyak Makan Gula

Sementara tipe 2 biasanya terkait dengan kelebihan berat badan, gula tidak memiliki dampak lebih besar pada kadar glukosa dalam darah dibandingkan jenis karbohidrat lainnya seperti nasi dan kentang. Dokter khawatir tentang gula terutama karena makanan penggemukkan seperti kue dan es krim yang disukai anak-anak. “Anak-anak yang beresiko tinggi diabetes tipe 2 tidak hanya makan terlalu banyak gula, mereka makan terlalu banyak,” kata Dr. Dabelea. Anak-anak yang sudah memiliki diabetes perlu membatasi permen dan karbohidrat sederhana agar gula darah tetap sesuai, tapi bahkan anak-anak dengan diabetes tipe 1 dapat makan brownie setiap saat dan kemudian selama ia mengkonsumsi insulin ekstra untuk membantu proses tubuhnya.


> 4 > Fakta: Anak-anak yang Menderita Diabetes Tidak Membutuhkan Suntikan Insulin

Banyak anak yang memiliki diabetes tipe 2 dapat mengendalikan kadar gula darahnya hanya dengan makan lebih baik, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara teratur, sehingga membantu insulin bekerja lebih baik. Jika perubahan gaya hidup ini tidak cukup, mereka juga bisa minum obat oral seperti metformin. Tetapi bahkan anak-anak yang perlu mengkonsumsi insulin tidak perlu menyuntikkannya setiap hari, karena sudah ada pompa yang menggantikan fungsi dari suntikkan itu. Alat ini bisa diikat dipinggang dan akan memberikan tetesan insulin kedalam kulit. Setelah makan atau makan-makanan ringan, saat naik kadar gula darah alat itu secara otomatis memberikan tambahan dosis dengan hanya menekan satu tombol.


> 5 > Fakta: Bahkan jika Anak yang Menderita Diabetes Merasa Sehat, Dia Masih Beresiko Mendapatkan Komplikasi Penyakit

Menjaga kadar gula darah untuk normal adalah kunci untuk mencegah beragam masalah. Seperti yang sudah kita ketahui, diabetes dapat menyebabkan serangan jantung, sirosis hati, kebutaan, amputansi anggota tubuh, dan gagal ginjal. Untungnya ada waktu untuk mencegah hal ini terjadi pada anak-anak yang masih muda.

Dibutuhkan sekitar 5 sampai 10 tahun untuk mendapatkan gula darah yang kurang terkontrol untuk menghasilkan komplikasi berat. Komplikasi ini tidak dapat dihindari, mereka semua terkait dengan control gula darah yang buruk, dan kebanyakan anak-anak dapat mengurangi resiko mereka dengan pengobatan yang tepat.


(Fa)

Source: Parents.com