Berapa Berat Badan yang Anda Harus Jaga untuk Menghindari Diabetes?

Penyakit gula darah atau diabetes kerap dihubungkan dengan kelebihan berat badan (obesitas), khususnya pada diabetes tipe 2 yang bisa datang pada seorang dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak teratur. Orang dengan berat badan berlebih lebih cenderung mengidap diabetes tipe 2, dari situ lalu muncul pertanyaan ‘Bagaimana tes darah dapat menentukan apakah seseorang mengidap diabetes dan berapa berat badan yang harus dihilangkan atau di jaga untuk menurunkan tingkat gula darah dalam tubuh?’

Biasanya, seorang dokter melakukan satu dari tiga tes darah untuk mendiagnosis prediabetes, suatu kondisi yang ditandai dengan tingkat gula darah yang diatas tingkatan normal namun tidak cukup tinggi untuk disebut sebagai diabetes. Sementara prediabetes kebanyakan beralih pada diabetes tipe 2, banyak orang dapat menghindari kondisi tersebut jika orang tersebut dapat mengurangi berat badan dan meningkatkan aktivitas fisiknya. Bukan jumlah yang besar untuk dihilangkan, hanya sekitar 5-7% dari tubuh seseorang, atau sekitar 5-7 kilogram.

Tes kedua merupakan tes mengharuskan pasien untuk puasa, yang mana mencegah hasil yang terdistorsi oleh nutrisi dari makanan sebelumnya dan lalu memberikan gambaran. pertama, tes glukosa plasma, memeriksa kadar glukosa darah setelah 8 sampai 10 jam dengan cepat; Hasil 100 sampai 125 miligram per desiliter menunjukkan pradiabetes. kedua, tes toleransi glukosa oral, adalah yang paling sensitif. Ini memeriksa kadar glukosa darah setelah puasa dan kemudian dua jam setelah Anda mengkonsumsi minuman manis; Tingkat 140 sampai 199 setelah minuman tersebut menunjukkan pradiabetes.

Tes ketiga, tes A1C, mungkin yang paling nyaman karena tidak memerlukan puasa. Ini mengukur kadar glukosa darah rata-rata Anda selama dua sampai tiga bulan terakhir; Hasil 5,7 persen sampai 6,4 persen, yang menunjukkan persentase sel darah merah yang memiliki glukosa melekat padanya, menunjukkan pradiabetes.

Meski anda sudah pernahmelakukan kunjungan untuk memeriksa kadar gula darah dan dokter telah sering mengulangi tes untuk mengkonfirmasi diagnosis diabetes, mereka tidak selalu melakukannya untuk diagnosis prediabetes. Dokter bisa mengobati prediabetes dengan pengobatan, namun banyak pasien lebih memilih untuk mencoba menurunkan berat badan dan berolahraga lebih dulu.

Di antara ribuan orang dengan prediabetes yang berpartisipasi dalam sebuah studi nasional yang disebut Program Pencegahan Diabetes, mereka yang mendapat konseling tentang perubahan gaya hidup, seperti mengurangi berat badan, meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi jumlah lemak dan kalori dalam makanan mereka, Mampu mengurangi risiko terkena diabetes sebesar 58 persen. Mungkin kita bukan atau belum bisa disebut sebagai pengidap diabetes, tapi bisa saja kita saat ini berada pada tahap pradiabetes, mengapa tidak beralih ke gaya hidup yang lebih sehat dan terhindar dari diabetes.







foto: verywell, betterhealthcare

(ADP)