Minum Alkohol Berlebih Tingkatkan Risiko Diabetes pada Wanita

cafebiz

Minum minuman keras meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 pada wanita di kemudian hari, para ahli telah memperingatkan. Minum setidaknya sebulan sekali meningkatkan kemungkinan kadar gula darah lebih tinggi pada usia paruh baya, yang mana menjadi faktor risiko utama diabetes. Hubungan yang serupa tidak ditemukan pada laki-laki, dan perbedaan gender dalam kasus ini telah membingungkan para ilmuwan.

Dalam studi pertama dari jenisnya yang melibatkan hampir 900 orang diikuti selama 27 tahun, dari usia 16 sampai 43, untuk menilai hubungan minum alkohol dengan glukosa darah. “binge drinker” telah didefinisikan oleh ilmuwan sebagai minum lebih dari enam gelas atau setara dengan empat gelas kecil anggur atau empat gelas bir di malam hari. Wanita yang melakukannya sebulan sekali pada masa remaja mereka memiliki kadar gula darah di usia 40-an yang rata-rata 7% lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Temuan ini sangat mengkhawatirkan karena lebih banyak gadis dan remaja putri sekarang mengakui minum berlebihan daripada pria, meskipun ada penurunan tingkat konsumsi alkohol di Inggris secara keseluruhan. Penulis utama Dr Karina Nygren, dari Universitas Umea di Swedia, mengatakan: "Karena glukosa darah yang lebih tinggi merupakan faktor risiko untuk pengembangan diabetes tipe 2, data kami menyarankan untuk menginformasikan orang tentang risiko konsumsi alkohol tinggi di usia muda bisa berdampak pada kesehatan di usia mendatang. "

Total konsumsi alkohol dan minuman keras sepanjang usia sangat terkait dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi di kalangan wanita. Ini terlepas dari indeks massa tubuh, tekanan darah dan merokok saat mereka mencapai usia paruh baya. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Public Health, hanya menemukan BMI dan tekanan darah tinggi dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa darah pada pria.

Tapi meski alkohol menjadi faktor gula darah hanya pada wanita, pria masih memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi secara umum dan minum hampir tiga kali lipat. Dr Nygren mengatakan: "Meskipun ada beberapa penjelasan biologis mengapa alkohol secara langsung dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah, perbedaan antara pria dan wanita dalam penelitian kami lebih sulit untuk dijelaskan."

Para peneliti melacak 897 wanita Swedia dari tahun 1981, menanyakan tentang konsumsi alkohol pada usia 16, 18, 21, 30 dan 43, Di mana titik sampel darah diambil dari masing-masing untuk menilai kadar glukosa mereka. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan resistensi insulin pada manusia yang pada gilirannya menyebabkan akumulasi glukosa dalam darah.

Penelitian pada tikus juga menunjukkan bahwa pesta minum alkohol mengubah metabolisme hewan dengan cara yang mempengaruhi produksi insulin. Awal tahun ini sebuah studi oleh Kantor Statistik Nasional di antara anak usia 16 sampai 24 tahun di Inggris menemukan bahwa wanita muda dan perempuan dewasa lebih sering minum minuman beralkohol secara teratur daripada laki-laki. Sekitar 40,5% wanita muda mengaku pernah melakukannya di minggu sebelumnya, naik 3 persen pada tahun lalu. Sedangkan, hanya 34,4 persen pria yang mengaku melakukan hal yang sama, turun 13 persen pada tahun lalu.

NHS mengatakan bahwa binge drinking atau minum minuman keras berlebihan umumnya didefinisikan sebagai mengkonsumsi lebih dari delapan unit alkohol dalam satu sesi untuk pria dan lebih dari enam unit untuk wanita. Hampir empat juta orang di Inggris menderita diabetes tipe 2, yang biasanya dikaitkan dengan kelebihan berat badan, pola makan yang buruk dan kurang berolahraga. Hampir setengah penduduk dunia lainnya juga berisiko terkena diabetes, termasuk di Indonesia yang jumlahnya semakin mengkhawatirkan.







(ADP)