Goya, Superfood khas Okinawa untuk Turunkan Kadar Gula Darah

Reach the World

Seperti dikatakan dalam pepatah bahasa Jepang "Ryouyaku wa kuchi ni nigashi” yang berarti obat yang baik/bagus itu rasanya pahit, adalah cerita untuk tanaman yang tumbuh subur di pulau Okinawa negeri matahari terbit tersebut. salah satu pulau terbesar yang ada di Jepang itu terkenal dengan jumlah penduduk lansia terbanyak, dan perhatian yang besar terhadap pola makan sehat mereka. Saat prefektur menghabiskan satu hari di bulan Mei untuk menghormati sayuran, jelas menunjukkan bahwa ini adalah salah satu pokok di mana penduduk setempat banyak mengaitkan sayuran dengan kesejahteraan mereka.

Goya yang juga dikenal sebagai pare atau paria, adalah sayuran hijau, bergelombang, berbentuk seperti ketimun yang akan Anda temukan berlimpah di bagian produk segar dari supermarket Jepang. Seperti namanya dalam bahasa Inggris, sayuran ini memiliki rasa yang sangat berbeda dan menjadikannya disukai atau dibenci. Terlepas dari preferensi rasa, tidak ada yang menyangkal manfaat kesehatan yang luar biasa dari sayuran klasik Okinawa ini.

Selain kaya dengan sejumlah vitamin dan mineral, goya juga telah lama digunakan sebagai obat untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk diabetes tipe 2. Goya memiliki phytonutrisi, polipeptida-P, yang memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, ada zat unik yang ditemukan di goya, yang disebut charantin, yang meningkatkan metabolisme glukosa dalam tubuh.

Akari Japan Art of Living

Ayurveda (obat tradisional Hindu) dan obat tradisional Cina telah lama menggunakan pare untuk pemurnian darah dan kualitas detoksifikasi. Unsur pahit goya memiliki efek pendinginan dan pembersihan pada tubuh, yang sangat baik untuk hati, kandung empedu, mengobati batu ginjal, dan mengurangi retensi air. Sifat pemurnian darah diyakini hadir di goya dapat memiliki efek positif pada kulit dan mengurangi kondisi seperti jerawat, eksim dan psoriasis.

Selain itu, goya juga bisa merangsang pencernaan, dapat mengatur gerakan usus, membantu menurunkan berat badan, dan telah digunakan dalam perawatan untuk membunuh sel kanker. Goya tinggi vitamin B, C, E dan K serta folat, sementara sangat rendah kalori. Juga dikatakan bahwa itu dapat membantu mengatasi mabuk.

Penggunaan Goya

Goya dapat dimasak dalam berbagai hidangan, digunakan dalam salad atau diminum sebagai jus atau smoothie. Hidangan goya klasik di Jepang adalah goya champuru, makanan yang mudah dimasak dengan telur dan tahu. Sedangkan di Indonesia kita bisa menemukannya pada hidangan siomay atau tumisan sederhana. Tetapi Anda bisa menjadi lebih kreatif dengan sayuran dan membuat goya menjadi acar, tempura, atau cukup menggoreng atau memanggangnya dan menambah salad yang sehat. Jika Anda memiliki juicer di rumah, alternatif lain adalah untuk mendapatkan perbaikan goya melalui ramuan detoksifikasi hijau yang luar biasa.

savvy tokyo

Salah satu tantangan terbesar dengan sayuran ini adalah rasa pahitnya. Jika Anda merasa makan goya menjadi suatu tantangan, cobalah beberapa tips berikut:

  • Beli goya berwarna hijau gelap, keras dan muda. Mereka memiliki rasa yang tidak terlalu pahit.
  • Iris memanjang dan buang biji dan kulit bagian dalam. Bagian-bagian ini adalah untuk pemakan goya yang sangat berpengalaman. Setelah biji dan kulit dihilangkan, rendam atau rebus dalam air asin selama lima hingga 10 menit untuk mengurangi kepahitan dari goya.
  • Tambahkan sedikit goya ke tumisan kentang goreng bersama dengan daging tanpa lemak, tahu, telur dan sayuran lainnya agar terbiasa dengan rasanya yang kuat.

Selamat Mencoba!







(ADP)