5 Makanan yang Dapat Membantu Pembakaran Lemak dalam Tubuh

Untuk menjawab pertanyaan utama dalam hal menurunkan berat badan, “makanan apa yang harus kita makan untuk membakar lemak?”, anda harus mengerti terlebih dahulu seperti apa peran positif yang dimainkan oleh lemak dalam hidup kita. Simple, tubuh kita membutuhkannya. Lemak melindungi organ tubuh kita, membuat kita hangat, dan memberikan kita bentuk energi yang berkepanjangan. Namun, seperti kebanyakan hal lainnya, kita juga tidak bisa mendapatkan terlalu banyak hal baik. Karena sesuatu yang berlebihan itu pastilah tidak baik, bukan?

Lemak berlebih di tubuh kita berbahaya dan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, terutama jika disimpan di sekitar bagian bawah perut, melapisi organ penting. Menurut Survei Diet dan Gizi Nasional Inggris, kita biasa-biasa atau merasa tidak bersalah melebihi asupan yang disarankan dalam lemak jenuh.

Mengurangi lemak biasanya melibatkan dua hal: menukar lemak jenuh (buruk) dengan lemak tak jenuh (baik), dan membatasi asupan kalori secara keseluruhan sehingga tubuh dipaksa untuk membakar beberapa cadangan lemak untuk mendapatkan energi.

Untuk membantu membatasi jumlah kalori yang Anda makan, penelitian baru yang diterbitkan oleh University of Warwick merekomendasikan makanan seperti sirloin steak, mackerel, lentil dan alpukat. Hal ini menyebabkan reaksi di otak yang membuat orang merasa lebih kenyang, yang berarti Anda cenderung makan lebih sedikit dalam sekali duduk. Cara lain untuk mengurangi lemak adalah dengan menambahkan makanan yang membakar lemak ke makanan Anda. Ini meningkatkan metabolisme lemak tubuh tubuh metabolisme tubuh atau pengeluaran energi, dan mencegah penyerapan lemak. Menambahkan asupan makanan berikut dapat membantu penurunan berat badan anda:

1. Cabe Rawit

LapakSayur

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 2010 oleh American Chemical Society, capsaicin - ditemukan pada cabe rawit - dapat menyebabkan penurunan berat badan dan melawan lemak. Hal ini menyebabkan para ilmuwan mempertimbangkan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana mereka dapat digunakan untuk mengobati obesitas.


2. Grapefruit (Jeruk Bali)

organic facts

Makan setengah dari jeruk bali per hari akan memenuhi kebutuhan vitamin C sebesar 64pc. Namun, manfaatnya tidak berhenti sampai disitu, karena jeruk bali sering digembar-gemborkan sebagai buah yang mempercepat metabolisme Anda. Kemampuan membakar lemak buah didukung oleh penelitian tahun 2006 oleh Departemen Nutrisi dan Penelitian Metabolik di California. Setelah 91 orang obesitas dipantau selama 12 minggu, penelitian tersebut menemukan bahwa setengah dari jeruk segar yang dimakan sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan yang signifikan.


3. Teh Hijau

well-being secrets

Penyegaran rasa pahit telah meningkat minat para pelaku diet karena kemampuannya untuk merangsang oksidasi lemak. Bagaimana cara kerjanya? Semuanya ke catechin polifenol. Tidak hadir dalam teh hitam akibat proses fermentasi, katekin diperkirakan dapat merangsang oksidasi lemak dan berpotensi meningkatkan metabolisme lemak.


4. Rumput Laut

vemale

Rumput laut mengandung fucoxanthin. Penelitian yang dilakukan pada hewan telah menunjukkan bahwa suplementasi fucoxanthin jangka panjang dapat menyebabkan penurunan berat badan karena meningkatkan pengeluaran energi istirahat, membakar lebih banyak lemak. Satu studi yang telah dilakukan pada manusia menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan setelah mengkonsumsi ekstrak fucoxanthin setiap hari. Namun, para ilmuwan mengatakan tidak cukup bukti untuk menarik kesimpulan yang solid.


5. Kayu Manis

healthline

Mungkinkah rempah berkayu ini membantu mengurangi efek berbahaya dari diet tinggi lemak? Sebuah penelitian hewan selama 12 minggu oleh American Heart Association menemukan bahwa diet tinggi lemak ditambah dengan kayu manis menghasilkan penambahan berat badan yang lebih sedikit dan kadar lemak, gula dan insulin yang sehat dibandingkan dengan diet tinggi lemak tanpa kayu manis. Menurut penelitian, keberadaan polifenol yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dapat mengurangi faktor risiko ini.

So, bagi kita yang berusaha untuk menurunkan berat badan, kenapa tidak mencoba beberapa bahan makanan diatas?




(ADP)