Mikoshi Dan Dashi Dalam Festival Jepang

Matsuri, atau perayaan tradisi dan budaya di Jepang, selalu menghadirkan sebuah ritual yang pasti ada, dalam rangka apapun perayaan itu dihelat. Ritual ini menghadirkan dua kuil buatan, dari kayu, yang bisa dibawa kemana-mana, tapi tentunya pasti berat sekali dan harus dibawa oleh banyak orang.

Kuil-kuil dalam Matsuri ini adalah Dashi dan Mikoshi. Kata “dashi” diambil dari keranjang bambu yang belum selesai, dimana ujung-ujung rajutannya bisa untuk menggantungkan sesuatu. Dashi berukuran lebih besar dari Mikoshi, sehingga nanti yang akan membawanya adalah para pria dewasa, sementara Mikoshi akan dibawa oleh anak-anak kecil. Dashi terlalu berat dan besar untuk digotong, maka Dashi ditaruh di atas road dan akan ditarik menggunakan tali yang panjangnya kurang lebih 20 meter.


SUMBER FOTO: IGUMIMIKOSHIREN

Dalam Dashi ada ruangan yang cukup luas untuk menampung manusia dan taiko. Terkadang, dalam Hachioji Matsuri, misalnya, setiap kampung punya Dashi sendiri, yaah..kira-kira seperti Festival Ogoh Ogoh di Bali, setiap daerah punya ogoh-ogoh yang mereka bangun bergotong royong di banjar masing-masing. Masing-masing daerah berlomba-lomba lho untuk mendekorasi Dashi nya se-atraktif mungkin. Sebuah Dashi merepresentasikan sebuah investasi! Jadi mereka gila-gilaan banget dalam membuat Dashi. Harga yang dikeluarkan untuk mendekorasi Dashi bisa setara dengan harga rumah. Pada umumnya Dashi akan membawa pemain taiko, dan seorang penari. O ya, para penari di atas Dashi mengenakan topeng lho. Mereka mengenakan topeng-topeng yang merepresentasikan sesuatu yang buas, dan menyeramkan, untuk melindungi kuil (Dashi) dari roh jahat.


SUMBER FOTO: tokyobling

Bagaimana dengan Mikoshi yang dibawa anak-anak kecil?


SUMBER GAMBAR: FUKAGAWA HACHIMAN

Mikoshi adalah “kuil portable” yang dibawa di atas tandu di mana kami atau Dewa, berada di dalamnya selama festival berlangsung. Biasanya dibuat dari kayu yang dipernis, dan di atapnya terdapat lambang dewi dari cerita-cerita mitos atau dekorasi lainnya. Mikoshi pertama kali digunakan adalah untuk “membawa” Roh Suci dari kuil Usa Hachiman di Kyushu ke Nara. Sejak abad ke-10, praktik menggotong Mikoshi untuk menjaga diri dalam perjalanan dari roh jahat sudah populer di Jepang.


SUMBER FOTO:FUKAGAWA HACHIMAN

Menggotong Mikoshi dan Dashi secara tidak langsung mempererat kebersamaan, mengenalkan kita pada orang baru. Setelah mengarah Mikoshi dan Dashi, mereka menaruh Mikoshi dan Dashi ke tempat asal di mana kedua kuil itu tadi berangkat. Setelah itu mereka minum bir, bersenang-senang, dan mendapat teman-teman baru.

Saat ini, Mikoshi dan Dashi hadir dalam festival apapun di Jepang. Beberapa festival terkesan sunyi and meditatif, beberapa yang lainnya enerjik dan hingar bingar. Nanti di Festival anibee akan ada Mikoshi dan Dashi lho! Siapkan kameramu, pasti bisa dapat gambar-gambar menarik dan tentunya kamu juga akan bersenang-senang di festival kami! Ikimasho~ !

-Keisha