Budaya Jepang, Keiro no hi: Menghormati Mereka yang Lanjut Usia

Setiap tanggal 21 September, Jepang menjadi syahdu, hari itu mereka khususkan untuk menunjukkan rasa hormat pada orang-orang yang berusia lanjut. Hari ini disebut Keiro no hi, atau Hari Menghormati Lansia. Mengapa sampai dibuatkan hari khusus untuk menunjukkan rasa hormat ini? Karena bagi orang Jepang, para lansia adalah pelayan-pelayan negara, orang-orang yang ikut berperan dalam kemajuan Jepang, dan mereka telah berperan, berkontribusi, dan melayani negara selama bertahun-tahun, seperti usianya. Hal ini bisa menjadi inspirasi dan bahan introspeksi bagi kita. Di Jepang, lansia tidak dianggap jompo, atau sudah tidak ada gunanya lagi. Selama hidupnya, sepanjang masa mudanya, orang Jepang sibuk bekerja, berdedikasi untuk melayani negara dengan caranya masing-masing, sehingga pada masa tuanya dimana ia sudah tidak bertenaga untuk bekerja, ia menjadi pahlawan, seseorang yang dihormati negara, sampai dibuatkan hari Keiro no hi.

Selain diperingati, hari ini juga dibuat menjadi libur nasional. Sungguh mengagumkan bagaimana pemerintah Jepang mau membuat hari libur untuk mengingat kontribusi generasi yang lebih dahulu; mereka adalah pendidik dan pembangun masyarakat, sehingga bagi orang Jepang, wajar jika mereka ingin menunjukkan rasa hormat yang khusus bagi generasi tersebut. Tidak ada arak-arakan atau festival seperti matsuri, biasanya orang Jepang merayakan hari ini cukup dengan mengajak makan kakek-neneknya di rumah makan yang mewah, atau memberi hadiah.

Keiro no hi 1

SUMBER FOTO: GREETING CARD

 

Keiro no hi 2

Sumber Foto : blackcabbit.files

 

Wah walaupun di Indonesia tidak ada hari seperti itu, tidak ada salahnya ya kita menunjukkan rasa hormat pada orang tua kita dengan melakukan sesuatu yang spesial sesekali. Seru dan membuat hatimu syahdu juga pasti, aniBEEs ^__^

-Keisha