Dunia Otaku PART 1: Pilih Komputer daripada Seks?

​Sudah banyak berita tentang keanehan-keanehan perilaku penggemar budaya pop Jepang yang menjadi tulisan di berbagai media massa internasional. Baru-baru ini BBC, portal berita Inggris yang cukup ternama, menulis tentang merosotnya jumlah kelahiran di Jepang dikarenakan banyak cowok yang lebih memilih komputer daripada seks. Ups!

Tulisan ini nggak sekedar ngarang, tentunya, tapi berdasarkan riset dan wawancara dengan Kunio Kitamura, Asosiasi Keluarga Berencana di Jepang sana. Kunio menjelaskan bahwa dalam kehidupan seks, cowok Jepang pada era sekarang ini cenderung pasif. Mereka tampaknya tidak bergairah dan lebih senang bekerja, menghimpun harta.
Terus apa hubungannya dengan anime dan manga? *protes*


SUMBER FOTO: JAPANVISITOR
TOKYO


SUMBER FOTO: LATIMES
NGGAK HANYA DI INDONESIA, DI JEPANG PUN COWOK-COWOK MENGERUBUNGI TOKO MANGA

Tokyo adalah kota metropolis terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 35 juta, jadi tentunya, masalah-masalah sosial budaya tidak mungkin dihindari. Tapi di Akihabara, salah satu area di Tokyo, satu masalah ini menjadikan suasana semakin tenang, tentram. Masalah apakah itu? Masalah orientasi seksual. Di Akihabara, seperti yang kita tahu – adalah surganya otaku, cowok-cowok itu tidak bergairah pada cewek beneran, tapi mereka suka sama moe-moe yang 2D itu. Ini jadi permasalahan dunia!


SUMBER FOTO: FLICKR
Rumor ini juga didukung oleh hasil penelitian Departemen Kesehatan Jepang, yang pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa 36% cowok Jepang usia 16-19 tahun tidak tertarik pada wanita (wanita sungguhan) – dan jumlah ini meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.
Lanjut ke PART 2

-Keisha