Mengenal 'Tenjin Matsuri', Festival Yang Menyenangkan di Osaka

sumber foto : hutarinohanabitaikai

Memiliki sejarah lebih dari 1.000 tahun, Tenjin Matsuri, yang merupakan salah satu dari tiga festival terbesar Jepang, juga festival perahu terbesar di dunia. Ini adalah festival musim panas yang diselenggarakan di Tenman Shrine didedikasikan untuk Sugawara-no-Michizane.

Salah satu yang menarik dari festival ini adalah prosesi darat (riku togyo), Prosesi diikuti sekitar 3.000 pengikut kuil Osaka Temmangu dan menempuh jarak sekitar 4 kilometer dari kuil utama menuju tempat menaiki perahu di sungai Ōkawa.

Prosesi darat dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari penabuh Moyo-oshidaiko, yang diikuti penunggang kuda yang berperan sebagai Sarutahiko, Uneme (kelompok wanita berpakaian ala zaman Heian), Hanagasa, patung dewa Shōjō yang bermuka merah dan sapi yang ditarik anak laki-laki. Kelompok kedua merupakan prosesi Ohaguruma yang diikuti oleh Gohōren, sedangkan kelompok ketiga antara lain terdiri dari Tamamikoshi dan Ōtorimikoshi.

Prosesi perahu merupakan puncak perayaan Tenjinmatsuri. Perahu dibagi dalam empat kelompok: Hōansen, Gubusen, Hōhaisen dan Reigaisen.

Kelompok perahu yang membawa Gohōren disebut Hōansen, sedangkan perahu Gubusen yang dinaiki penabuh Moyo-oshidaiko dan pemain musik Danjiribayashi merupakan perahu pendamping perahu Hōansen.

Kelompok perahu Hōhaisen dinaiki para sponsor dan undangan yang menyambut perahu Hōansen. Kelompok perahu yang bergerak bebas disebut Reigaisen, terdiri dari perahu dayung Dondokobune dan perahu panggung Rakugo.

Pada waktu perahu yang dinaiki para sponsor dan undangan saling berpapasan, para penumpang harus melakukan salam tepuk tangan gembira yang disebut Osaka-jime, tapi penumpang diharuskan untuk hening ketika berpapasan dengan perahu yang membawa Gohōren.

Perahu yang berfungsi sebagai panggung persembahan Kagura (musik dan tari sakral) dan Hayashi tidak ikut dalam prosesi melainkan tertambat di pinggir sungai.

Perahu yang membawa Gohōren tidak boleh dilihat orang dari atas, sehingga bagian sisi kiri dan sisi kanan jembatan diberi penghalang agar penonton yang berada di atas jembatan tidak bisa melihat perahu yang membawa Gohōren yang lewat tepat di bawahnya.

Saat senja, perahu menjadi terang dengan api yang dinyalakan untuk menciptakan pemandangan yang indah.

Warga dan wisatawan menikmati udara malam yang dingin karena mereka terhibur oleh pertunjukan kembang api yang terjadi pada saat yang sama.

Dikutip dari jnto dan wikipedia