Irezumi, Dari Spiritualisme, Yakuza Hingga King of Tattoo Convention

Sumber foto: Facebook King of Tattoo

King of Tattoo Convention kembali diselenggarakan di Tokyo Jepang pada tanggal 10, 11 dan 12 Oktober 2014. Lima belas seniman tattoo dari berbagai penjuru dunia dan lebih dari dua puluh seniman tattoo asal Jepang akan berpartisipasi dalam konvensi ini. Tiket pengunjung yang dijual antara 5000-6000 yen pun laris manis. Adanya konvensi ini di Jepang menarik mengingat cerita awal berkembangnya irezumi atau seni tattoo Jepang.

Sumber foto: genkijacs

Larangan bagi pemilik tattoo masuk onsen

Irezumi kini banyak disenangi masyarakat dari berbagai belahan dunia, namun di Jepang, orang dengan tattoo atau rajah masih dipandang negatif. Hal ini karena cerita awal mula tattoo atau seni rajah ini disana. Diketahui pertama kali sejak periode Jomon, dImana irezumi digunakan sebagai bentuk ekspresi spiritual atau sekedar dekorasi sampai dengan periode Yamato. Pada waktu itu pemberontak Hamako Muraji tertangkap dan kaisar pada saat itu bermurah hati untuk tidak memberinya hukuman mati melainkan dengan memneri tattoo tubuhnya. Selain prosesnya yang sangat menyakitkan, tattoo meninggalkan tanda yang tak hilang.

Pada zaman edo, irezumi masih digunakan sebagai hukuman dan menjadi penanda bagi para pelanggar hukum pada kening atau lengannya. Setiap daerah memiliki tandanya sendiri. Misalnya di Hiroshima, tiap kali seseorang melanggar hukum, satu goresan akan di tattoo dikeningnya hingga setelah beberapa kali melakukan pelanggaran hukum tattoo itu akan berbentuk tulisan 犬 (Inu) yang berarti 'anjing'! ewww..

Sumber foto: Japan Daily Press

Yakuza di Jepang biasa menutupi hampir seluruh tubuhnya dengan tattoo.

Seni rajah inipun berkembang menjadi suatu fashion di kalangan pekerja kasar, pekerja seks dan penjudi. Hingga akhirnya diasosiasikan dengan kelompok mafia terkenal di Jepang Yakuza. Karena kelompok ini menjalankan bisnis-bisnis ilegal seperti prostitusi, perjudian sampai kejahatan kerah putih.

Sumber foto: spoon-tamago

Formulir yang harus diisi pegawai pemerintahan yang memiliki rajah

Hal inilah yang membuat pemerintah Jepang seolah menekan berkembangnya irezumi dengan berbagai cara. Bahkan beberapa tahun lalu, walikota Osaka, Toru Hashimoto sempat membuat kampanye kontroversial dengan mewajibkan pekerja pemerintahan di Osaka yang memiliki rajah untuk mengisi formulir disertai dokumen yang menyebutkan apa arti rajah yang dimiliki dan dibagian tubuh mana rajah itu berada. Whoaa...

Gimana menurutmu?

[T]

Related Article