Cowok Jepang Main Di Warnet Sampai Berbulan-bulan

Kalau ada yang ngerasa “Aku bisa hidup hanya dengan makanan dan internet”, tenang! Kamu nggak sendirian! Ada banyak orang yang berpikiran sama, tapi orang-orang itu tidak terkumpul di sebuah populasi. Mereka tersebar di pelosok-pelosok dunia sehingga kamu berpikir kamu satu-satunya yang berpikiran seperti itu.

Nggak ada teman untuk nongkrong, untuk hang out, nggak ada pacar, dan nggak ada shopping-shopping lucu? Nggak masalah! Asal ada kamar mandi, makanan, tempat untuk berbaring, dan internet, I can live ‘till the world ends.

Warnet atau warung internet di Jepang itu jam pelayanannya sama seperti di beberapa kota di Indonesia: 24 jam. Bedanya, kamar-kamar user di warnet Jepang dilengkapi dengan kamar mandi dan kasur. Dan kamu bisa menelepon untuk pesan makanan. Kira-kira, kamar paling standar seperti inilah:

Kubikel biasa aja rapih dan bersihnya seperti ini

SUMBER GAMBAR: OTAKUKOKKA

Kamu pernah nggak ke warnet seperti ini? Kalau pernah, kasih tau ya di kolom komentar di Indonesia ini di mana warnet yang menurutmu kamu bisa bermalam dengan nyaman di situ. Nah, cerita utamanya nih, ada seorang cowok Jepang yang tinggal di warnet selama 8 bulan dari Januari hingga September 2014.

Wow itu hampir setahun! Untuk durasi menginapnya itu, dia harus membayar 2.083.810 Yen atau sekitar Rp234.006.072 Ini gila apa gimana ya? Dua ratus gila puluh empat juta itu bisa untuk beli rumah nggak sih?

Terus, apakah dia bisa bayar? Ya, dengan sangat mengesankan dia membayar seluruh tagihannya. Kalau kamu kuliah di Jepang, apakah terpikir untuk ngekos di warnet aja?

Warnet di Jepang: Mewah

SUMBER GAMBAR: OTAKUKOKKA

Jadi, dengan fasilitas yang seperti itu, bermalam di warnet bukanlah hal yang aneh di Jepang. Tapi ya nggak 8 bulan juga keleus... kira-kira ngapain ya cowok itu selama nginap di warnet yang beruntung itu? Tidak ada yang tahu. Mungkin dia semacam intel. :D

-Keisha