Jakarta Osoji Club: Orang Jepang Bersihkan Jakarta!

Konnichiwa!

Bulan Februari tahun 2015 ini dibuka dengan hari Minggu, hari di mana banyak orang Jakarta pergi berolahraga di Senayan atau bersepeda di sepanjang Sudirman karena tidak ada kendaraan bermotor sama sekali selama beberapa jam.

Waktu warga Jakarta sedang asyik jogging atau berjalan-jalan sambil ngobrol, atau asyik makan siomay terus plastiknya dibuang aja ke jalan, beberapa orang berkaus hijau asyik membersihkan sampah yang dibuang sembarangan itu. Kaus hijau mereka bertuliskan Jakarta Osoji Club (JOC). Tulisan ini juga terpampang dalam huruf Jepang di kaus tersebut, dan memang beberapa dari orang berbaju hijau ini adalah Nihon-jin.

Nah, gimana teman? Apa nggak malu kita mengotori kota kita sendiri terus orang-orang Jepang ini yang membersihkannya?


The Jakarta Osoji Club (JOC) didirikan oleh seorang businessman Jepang bernama Tsuyoshi Ashida pada bulan April 2012. Ashida sudah tinggal di Indonesia selama 18 tahun dan dia mengkhawatirkan dan peduli akan tingginya kuantitas sampah di Jakarta, kemudian Ashida menulis surat ke sebuah koran Jepang yang beredar di Jakarta. Dalam surat itu ia memanggil semua warga Jepang yang tinggal di Jakarta untuk bertemu dan mendiskusikan masalah itu.

Astaga... sambil menulis ini aku merasa terharu sekali >.< Saat ini JOC punya sekitar 150 anggota yang mana 110 dari mereka adalah orang Indonesia. Mereka membersihkan GBK dua kali dalam sebulan pada hari Minggu pagi. Jadi, pada hari Minggu setelah “kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka”, ikutlah membersihkan sampah di kota walau kalian tidak tergabung dalam Jakarta Osoji Club.

Tahun 2015 ini JOC mengajak orang-orang di GBK untuk berfoto sambil memegang tulisan “Malu buang sampah sembarangan.” Photo session ini nantinya akan dijadikan poster JOC sebagai salah satu alat kampanye.


Bagi orang Jepang, siapa yang menjaga kebersihan, jauh dari penyakit.



foto: thejakartapost

(Keisha)