Noma in Tokyo

Apakah anda pernah mendengar tentang restoran terkenal bernama noma, sebuah restoran yang berbasis di Copenhagen Denmark ini didirikan oleh seorang chef bernama René Redzepi pad tahun 2003 silam. Restoran ini bekerjasama dengan jaringan pemasok bahan makanan secara intim untuk mengembangkan masakan yang mengekspresikan budaya dan musim di wilayah Copenhagen. Restoran yang terbilang kecil hanya terdapat 11 meja, berlokasi di sebuah gudang peninggalan abad ke-18 di pelabuhan kota. Menyediakan menu lezat yang terdiri dari 20 desain penyajian yang dirancang untuk memberikan pengunjungnya rasa makanan yang tegas di waktu dan tempat yang pas.



Di tahun 2015, chef René Redzepi membawa pasukannya dari Noma Copenhagen dan membuka restoran sementara di Tokyo Jepang. restoran yang pernah beberapa kali menjadi restoran terbaik di dunia ini membuka restoran sementara di Jepang selama lima minggu saja,dari 9 Januari sampai 14 Februari 2015 di The Mandarin Oriental Tokyo. Untuk dapat mencicipi makanan dari chef asal Denmark tersebut para pengunjung harus terlebih dahulu memesan tempat dan tidak sedikit orang yang terdaftar dalam waitinglist yang dibuka pada Juni 2014.


Sayangnya waktu buka restoran ini telah usai, Noma resmi ditutup di waktu yang tepat yakni pada malam di hari valentine, setelah melayani 2.800 orang dan meninggalkan waiting list yang luar biasa jumlahnya yakni 62.000 pengunjung yang belum sempat mencoba. Selama dibukanya noma di Tokyo, Chef Redzepi memberikan kuliner Jepang dengan membawa rasa Vegetarian. Untuk dapat menikmati santap siang atau malam di noma pengunjung akan dikenai biaya sebesar 340 dolar Amerika per orang, termasuk menu udang dengan semut, fermentasi hitam bawang putih, dan squash dengan ume kering. Menu yang cukup unik untuk sebuah restoran yang pernah menyandang predikat restoran terbaik, kita tidak tahu pasti bagaimana rasanya makanan-makanan tersebut yang pasti konsep dari chef berpengalaman tersebut membuat puluhan ribu orang penasaran.


foto: mandarin oriental group, peter brinch

(ADP)