Upacara Minum Teh di Jepang

Seperti yang dilakukan Pangeran William setelah tiba di Jepang, beliau disambut untuk sebuah upacara tradisional minum teh hijau ala Jepang. upacara minum teh di Jepang atau yang juga dikenal dengan nama chanoyu adalah budaya yang sudah berlangsung sedari dulu. terjadi ketika Jepang mengadopsi kedua praktek minum teh hijau bubuk Cina dan keyakinan Buddha Zen. Pada tahun 1500-an, Sen No Rikkyu memasukkan ide-ide kesederhanaan dan bahwa setiap pertemuan harus khusus dan unik dalam upacara teh. Upacara minum teh tradisional Jepang menjadi lebih dari sekedar minum teh biasa, itu adalah pengalaman spiritual yang mewujudkan keharmonisan, rasa hormat, kemurnian dan ketenangan.

Tuan rumah upacara minum teh harus mempersiapkan secara ekstensif untuk acara tersebut, berlatih gerakan tangan dan semua langkah sehingga upacara berjalan sempurna, namun tetap sederhana dalam setiap detail. Upacara dapat dilakukan di rumah, ruangan teh khusus, di sebuah rumah teh, bahkan di luar ruangan. Dekorasi untuk upacara terbilang sederhana seperti di pedesaan lalu termasuk menggantung gulungan (kakemono) yang sesuai untuk musim atau memiliki ucapan terkenal.

Sebelum upacara minum teh Jepang dimulai, tamu sebelumnya harus menunggu di ruang tunggu (machiai) sampai tuan rumah siap untuk menerima tetamu. Para tamu akan berjalan di tanah yang basah (roji), yang secara simbolis membersihkan diri dari debu dunia dalam persiapan untuk upacara. Kemudian, para tamu akan mencuci tangan dan mulut mereka dari air dalam baskom batu (tsukubai) sebagai langkah pemurnian terakhir.


Selanjutnya Tuan rumah akan menerima tamu melalui pintu kecil atau gerbang yang pendek, memaksa para tamu untuk tunduk. Tuan rumah menyambut setiap tamu dengan menunduk tanpa suara. Untuk sebuah pertemuan informal, atau chakai, para tamu akan disediakan Wagashi (permen) dan kemudian teh. Atau, tiga makanan utama disajikan untuk upacara minum teh Jepang yang formal, yang dikenal sebagai chaji. Jenis upacara seperti ini, biasanya lengkap dengan sake dan santai-santai sebelum teh disajikan, upacara minum teh formal dapat memakan waktu hingga empat jam.


Langkah-langkah upacara minum teh Jepang dimulai dengan pembersihan peralatan. Tuan rumah membersihkan mangkuk teh, sendok teh, dan mengocok teh dengan gerakan yang terkonsentrasi dan anggun. Selanjutnya, tuan rumah menyiapkan teh dengan menambahkan tiga sendok teh bubuk matcha green per tamu untuk mangkuk teh. Menyendok air panas ke dalam mangkuk dan dibawa menjadi pasta tipis. Setelah itu tambahkan lebih banyak air yang diperlukan untuk membuat teh seperti sup.


Setelah teh sudah siap, tuan rumah akan menyajikannya satu persatu kepada tamu dengan saling memberikan hormat dengan membungkuk. Sebelum diminum tamu diharuskan memutar gelas sebelum di minum, tetamu juga harus mengelap bekas mangkuk tehnya lalu menawarkan ke tamu selanjutnya. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang hingga semua tamu mendapatkan tehnya. Setelah semua tamu telah meminum teh dalam mangkuk, peralatan yang digunakan dalam upacara ini kembali di bersihkan dengan dicuci. Setelah upacara selesai para tetamu diperbolehkan keluar dan memberikan penghormatan dengan membungkuk pada tuan rumah.

Jelas, upacara teh Jepang sangat berbeda dari cara-cara modern kita untuk menyajikan teh atau mengadakan pesta teh gaya Inggris yang formal. Simbolisme dan tradisi upacara minum teh Jepang meninggalkan banyak hal yang harus dihargai.



(ADP)