Sretsis Buka Gelaran Tokyo Fashion Week

Tokyo Fashion Week yang dibuka pada hari senin, dibuka dengan penampilan model-model berbalut busana dari merek yang populer di Thailand. Pada pembukaannya, catwalk tempat model memperagakan rancangan busana tersebut di rubah menjadi penuh bunga membentuk labirin yang mengambil inspirasi dari cerita dongeng. Panitia untuk line-up brand yang akan tampil memilih brand Thailand bernama Sretsis untuk penampilan pembuka di Shibuya district, hal tersebut adalah upaya penyelenggara untuk menggaris bawahi Tokyo sebagai posisi terdepan di kancah mode Asia.



Dengan gaun chiffon yang unik, hoodie-shawl berbentuk rumah dan anting-anting buah rajutan tangan. Menurut direktur kreatif Pim Sukhahuta yang mengatakan pada orang-orang bahwa ia ingin menciptakan busana “treasurable, tidak trendi, namun tak lekang oleh waktu” pada pembukaan Tokyo Fashion Week. “itu adalah labirin pada imajinasiku” kata desainer tersebut pada koleksi musim gugur/dingin 2015 miliknya, yang mana diisi dengan bunga, buah-buahan dan monster-monster aneh yang juga bersahabat.



show ini sangat menampilkan “fantasi Labirin” dalam skala besar dicetak pada sifon sutra dan campuran wol buatan Jerman yang terlihat seperti bulu. “saya suka sesuatu yang muda,lucu dan imut pada saat yang sama juga inginkan rasa sophisticated” menurutnya yang menyimpulkan gagasan tersebut sebagai dongeng untuk orang dewasa. Sukhahuta mulai merancang pakaian untuk adik-adiknya, yang juga terlibat dalam label Sretsis, yang diluncurkan pada tahun 2002. Ini adalah yang pertama dari 52 merek yang menggelar eksibisi pada Tokyo Fashion Week, enam di antaranya berasal dari luar Jepang.



Akiko Shinoda, direktur urusan internasional di Japan Fashion Week Organisation, mengatakan setiap merek yang akan tampil di atas runway akan benar-benar berbeda-tidak ada satu tema atau konsep. Tokyo Fashion Week ini sebagian besar dipandang sebagai batu lompatan untuk desainer muda masa kini, belum menarik nama-nama besar yang biasa terlihat di Milan, Paris, London dan New York. Membentuk desainer Jepang seperti Yohji Yamamoto, Junya Watanabe dan Rei Kawakubo, pendiri Comme des Garcons yang kini telah menampilkan karya mereka di Paris.

Shinoda mengatakan Tokyo mempertahankan posisinya di pucuk pimpinan dari Fashion Asia berkat street style yang kuat, yaitu "kekinian dan punk", tapi dia memperingatkan bahwa pusat-pusat regional lainnya akan menyusul. "Pemerintah Thailand telah menginvestasikan banyak dalam fashion," seperti yang dikatakannya, menyerukan lebih "program inkubasi" untuk mengembangkan bakat baru Jepang. "Saat ini Tokyo adalah nomor satu, tapi kita harus mempertahankannya."




foto: japantoday

(ADP)