Jenis dan Karakteristik Teh Hijau

Sebagian besar pembaca pasti suka minum teh, minuman yang dapat dinikmati kapan saja dengan berbagai cara penyajian, diminum diwaktu santai sampai di upacara adat resmi sekalipun. Tapi tahukah anda, berdasarkan perbedaan metode klasifikasi teh dibagi menjadi tiga jenis yakni, teh hitam (teh hasil fermentasi), teh oolong (teh semi-fermentasi) dan teh yang tidak di fermentasi ialah teh hijau. Teh hijau yang saat kini makin marak digemari khususnya di Indonesia dengan melihat berbagai variasi makanan yang menggunakan bahan tersebut, contohnya coklat rasa green tea, jajanan pasar rasa green tea dan masih banyak lagi.

Kita kesampingkan dulu kue cubit green tea, kali ini kita akan membahas tentang varietas dari teh hijau. Jenis-jenis teh hijau bisa dibagi-bagi berdasarkan metode produksi, pengolahan, asal, waktu dan musim produksi. Berbagai varietas yang disebutkan di bawah adalah untuk menambah referensi anda tentang jenis teh hijau yang faktanya banyak sekali varietas teh hijau yang ada.



Sencha

Sencha adalah jenis teh paling umum yang mewakili teh dari Jepang, dibuat dari daun teh baru yang dipetik dan segera di kukus sambil di remas-remas. Teh jenis ini merupakan yang paling banyak di Jepang, sekitar 75% dari teh yang diproduksi di Jepang, teh ini memiliki rasa dan aroma produk teh ternama.


Deep Steamed Green tea

Lagi, teh yang paling umum mewakili teh dari Jepang. menggunakan uap untuk mengolah teh hijau, dikukus 2-3 kali lebih lama dari pembuatan teh hijau biasa. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengeringan dan mendapatkan rasa yang ringan dari teh.


Teh Hijau Halus

Ditanam tertutup, seperti rak tanaman berkecambah. Teh jenis ini dibuat dari daun teh yang dibudidayakan dan dihindari dari matahari langsung. Hal tersebut dipercaya dapat meningkatkan rasa, teh mewah yang mengeluarkan rasa pahit dari prosesnya.


Teh Hijau yang dikukus bola baja

Diolah sama seperti metode sencha ditambah tahap Sei 揉 , teh ini juga sering disebut Gris Tea karena melihat dari bentuknya yang menyerupai perhiasan, dengan karakteristik rasa yang juga kaya.


Teh Rambut Kasar (Coarse Tea)

Terbuat dari daun dan batang teh kering ditambah dengan daun baru yang dibuat menjadi teh dari bahan mentah tersebut. Proses ini sama seperti metode pengolahan teh hijau pada umumnya.


Kukicha (Shirori)

Terbuat dari daun teh dan juga batang teh yang lebih dominan, jenis teh ini memilki aroma yang khas.


Debu teh (tea dust)

Teh yang dibuat dari debu teh yang keluar selama proses finishing pembuatan teh.


Matcha

Serupa dengan teh halus gyokuro, teh kering yang digiling setelah dikukus dan ditempatkan di sebuah tempat untuk menghindari sinar matahari langsung, teh jenis ini berupa bubuk hijau muda yang halus


Hojicha

Bancha dan batang teh yang diolah menggunakan suhu yang sangat tinggi hingga teh menghasilkan kafein dalam jumlah yang kecil, teh jenis ini cocok diminum setelah makan


Kama Taeri

Jenis Teh yang daun teh tanpa di kukus terlebih dahulu disiapkan didalam ketel besi, wangi teh bercampur khas dengan wangi dari ketel, kebanyakan teh seperti ini terbuat di daerah Kyushu


Teh Hijau Bubuk

Teh hijau dalam bentuk baru yakni dalam bentuk bubuk, yang langsung dapat dicampur dengan air, anda dapat mencampur jenis teh ini dengan minuman lain karena dapat larut dalam air dingin.


Ternyata banyak sekali varian dari teh hijau itu sendiri, dari beberapa variety teh diatas pastinya mereka memiliki zat anti oksidan yang dapat menghambat penuaan dan membuat badan terasa segar. Kini teh hijau bisa didapatkan dimana-mana, anda dapat membeli teh hiaju di supermarket baik yang belum di sajikan maupun yang siap minum, dengan adanya informasi ini setidaknya anda bisa mengetahui dan bisa mencoba varietas lain dari teh hijau.


(ADP)