Table Manner Tradisional Jepang

Table manner atau aturan dan etiket yang digunakan saat makan, pasti memiliki perbedaan di setiap belahan dunia. Table manner dari negeri barat kini merupakan yang paling banyak dijadikan panutan dan digunakan oleh Negara lain, seperti di Indonesia, Singapore, dan lainnya. Cara dan etiket yang digunakan di setiap Negara nampaknya terbentuk dari tradisi yang terdapat di sebuah negara, Jepang sebagai negeri yang hingga kini masih berpegang erat pada tradisi-tradisi mereka juga memiliki cara makan dan etika tradisional ketika menyantap makanan di meja makan.

Makan ala tradisional Jepang mirip seperti yang ada di Indonesia yakni lesehan atau duduk di lantai dengan meja makan rendah, sepatu dan kaos kaki harus dilepas ketika menginjak tatami (alas lantai) dan duduk diatas batalan yang disediakan. Cara duduk yang formal untuk laki-laki juga perempuan adalah dengan seiza (duduk bersimpuh), dalam situasi yang lebih casual atau santai laki-laki dapat duduk bersila dan perempuan duduk dengan kedua kaki di samping.

Tersedia handuk basah diatas meja untuk membersihkan tangan sebelum mulai makan, menunggu semua makanan datang dan ungkapkan “itadakimasu” ducapkan sebelum mulai makan bersama. “Itadakimasu” dulunya adalah sebuah persembahan/rasa terimakasih yang dipanjatkan kepada Dewa, kata tersebut memiliki dua arti yakni menghargai/menghormati orang yang terlibat dalam proses pembuatan makanan dan penghargaan untuk bahan baku makanan seperti tumbuhan dan hewan.

Ketika makan menggunakan mangkuk kecil, tata cara yang benar adalah mengangkat mangkuk tersebut mendekati mulut dan menyuap dengan sumpit sedikit demi sedikit. Mengendus makanan, bersendawa dan mengecap saat mengunyah adalah sikap yang buruk di meja makan. Setelah selesai makan, dianjurkan membereskan mangkuk, piring dan sumpit bekas makan ketempat semula seperti saat sebelum mulai makan. Setelah itu ungkapkan “gochisosama”, ungkapan yang diucapkan atas rasa terima kasih dan syukur akan makanan yang telah dimakan, bukan hanya kepada yang memasak namun juga untuk bahan makanannya.

Sehabis makan di Jepang biasanya ada waktu tersendiri untuk minum minuman segar seperti beer, manner ketika minum bersama di meja makan, ketika bersulang ungkapkan “kampai” bersamaan sambil menempelkan gelas bersamaan di tengah-tangah barulah nikmati minuman tersebut.

foto: hiyahyogo, buzzle, iromegane

(ADP)