Desa Rubah, Pulau Kelinci dan Pulau Kucing di Jepang

Keunikan yang dimiliki Negeri matahari terbit, Jepang, nampaknya tidak pernah habis, kali ini informasi unik yang diberikan akan membuat para pecinta binatang gembira, di Jepang terdapat desa untuk rubah sampai pulau untuk kelinci dan kucing, dimana para penduduk tinggal dan menjalani hidup bersandingan dengan hewan-hewan lucu tersebut. Tempat-tepat diatas tidak jarang menjadi lokasi tujuan turis pencinta binatang, dengan segerombolan hewan berbulu dapat ditemukan dengan mudah, tempat-tempat tersebut kadang disebut sebagai surganya pecinta binatang, berikut informasinya:

Desa Rubah Miyagi Zao


Dengan membayar 1000 Yen atau sekitar 100 ribu rupiah, anda dapat menjawab pertanyaan “seperti apa bunyi rubah?” seperti yang lagu dinyanyikan artis asal Norwegia Ylvis. Pasalnya tempat ini dipenuhi ratusan rubah berlarian secara bebas, daya tarik utama tempat ini terletak di hutan pegunungan Miyagi Zao yang indah. Disana juga anda dapat melihat dari dekat rubah-rubah dengan berbagai macam warna bahkan pengunjung juga dapat memberi makan mereka. Tentunya tetap harus hati-hati karena rubah dapat menggigit, meskipun sebagian besar rubah yang ada disana sudah jinak.


Okunoshima, Pulau Kelinci


Terdapat banyak sekali kelinci lucu dan bersahabat di pulau kecil ini, yang melompat kesana-kemari menghampiri pengunjung yang datang, biasanya bagi mereka yang datang kesini memang sudah menyiapkannya untuk para kelinci. Meskipun dipenuhi kelinci lucu pulau ini memiliki sejarah yang gelap, Pulau kecil ini tetap di rahasiakan dari peta selama Perang Dunia II ketika Jepang memproduksi gas beracun di Okunoshima untuk perang kimia melawan Cina. Kehadiran kelinci-kelinci inipun menjadi misteri, Para ilmuwan berdebat apakah mereka keturunan kelinci uji coba yang digunakan di pabrik-pabrik gas beracun? Diluar dari sejarahnya tempat ini telah menjadi surganya para pecinta kelinci.


Tashirojima, Pulau Kucing


Para pencinta kucing dapat bersuka cita di pulau untuk memancing yang tenang ini, jumlah kucing yang terdapat disini lebih banyak dari manusia, kalau dihitung 4 kucing untuk setiap orang. Para kucing awalnya dibawa ke pulau untuk membantu pada pengendalian hama di lahan pertanian ulat sutera. Banyak penduduk setempat Tashirojima yang kebanyakan dari mereka berusia di atas 65 tahun, percaya memberi makan ratusan kucing liar membawa keberuntungan. Namun, kabar buruk pagi para pecinta anjing, karena anjing tidak diperbolehkan di pulau ini.

Menarik bukan, dimana para penduduk Jepang yang tinggal di tempat tersebut mampu tinggal bersandingan dengan hewan-hewan berbulu seperti rubah, kelinci dan kucing. semoga bermanfaat.





(ADP)