Kram Kaki Saat Tidur Malam dan Penyebabnya

Kejadian seperti berikut munkin pernah dialami sebagian besar orang, dimana anda harus terbangun ditengah-tengah tidur saat malam hari dikarenakan kram pada bagian betis kaki, gejala tersebut biasanya berlangsung selama beberapa menit dan terasa sangat menyiksa sampai anda harus berganti-ganti posisi diatas kasur. Apakah anda atau kerabat anda pernah mengeluhkannya? Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal seperti terlalu lelah, kurang nutrisi dan lainnya.

Seorang dokter Jepang yang menulis pada sebuah artikel kesehatan menjelaskan tentang kramnya betis saat tidur di malam hari dan beberapa penyebabnya. Kram kaki atau betis bisa terjadi pada semua orang meskipun sesorang tersebut tidak melakukan banyak gerakan menggunakan kaki, berbeda dengan kram yang terjadi karena pergerakan otot kaki yang berlebihan. Hal tersebut terjadi ketika aliran darah berkurang dengan keringat dan dingin, sirkulasi yang buruk saat tidur juga meningkatkan risiko kram kaki atau betis.

Massa otot dan seluruh tubuh akan terus berkurang sejalan dengan umur, tidak hanya kemampuan fisik yang berkurang, pasokan nutrisi seperti vitamin dan mineral juga tidak berjalan dengan baik, aliran darah pada tubuh bagian bawah juga ikut menurun. Kemudian, kelelahan sehari-hari untuk otot yang jarang digunakan untuk olahraga akan meningkatkan lagi risiko kram kaki atau betis.

Adapun faktor-faktor penyebab kram kaki saat tidur di malam diantaranya adalah:

  • Penyebab utamanya yakni kelelahan pada otot-otot kaki, pergerakan kaki yang berlebiih dari biasanya pada kaki yang jarang digunakan untuk olahraga.
  • Sirkulasi yang buruk karena dingin berefek pada pergerakan otot
  • Jatuhnya keseimbangan mineral dalam tubuh
  • Kurangnya vitamin B1 dan Taurin

Dengan mengetahui penyebab terjadinya maka kita bisa mencegahnya seperti rutin melakukan olahraga kecil-kecilan dan mengkonsumsi makanan dengan gizi dan vitamin yang cukup juga seimbang. Gejala kram kaki juga sering terjadi pada orang yang dengan cara hidup sehat, anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Namun jika hal tersebut sering terjadi anda harus segera menghubungi dokter, karena bisa saja gejala tersebut merupakan gejala dari penyakit seperti diabetes, ginjal, dan lainnya.




foto: healthcareuniversity

(ADP)