Irritable Bowel Syndrome dan Penyebabnya

Pernahkah anda mengalami sakit perut dan perut rasanya tidak nyaman berkaitan dengan diare atau sembelit, dan hal tersebut berlangsung berulang kali dalam waktu yang panjang. Anda harus berhati-hati dan segera mengunjungi dokter, karena bisa jadi itu adalah gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang beberapa tahun terakhir banyak menyerang kaum wanita khususnya wanita muda.

Seperti yang terjadi di Jepang belakangan ini, Seorang professor dari fakultas pendidikan Universitas Nagasaki yang sedang melakukan penelitian dengan 8 Universitas lainnya, Tayama Jun, mengatakan lebih dari 20% dari mahasiswa menderita gejala IBS, gejala tak hanya ditemukan pada golongan mahasiswa, para pekerja pun juga banyak yang mengalaminya.

IBS pada dasarnya adalah diare atau sembelit namun datang dengan jangka waktu tertentu, gejala ini memang tidak terlalu banyak diamati bahkan ketika gejala terebut mulai mewabah. Faktor utama pemicunya yakni stress. Gejala ditandai denganb perut yang terasa tegang dan tak nyaman, kadang perut sampai mengeluarkan suara atau mendadak ingin segera pergi ke toilet. Hal terburuk dari gejala tersebut yakni menyerang ke orang-orang di instansi pendidikan dan perusahaan, secara tidak langsung hal tersebut akan mengurangi kualitas sesorang.


Kombinasi kompleks dari berbagai faktor, seperti: stres psikologis, hormon, sistem kekebalan tubuh, dan bahan kimia yang disebut neurotransmiter, tampaknya mengganggu penyampaian pesan antara otak dan usus, hal tersebut menyebabkan kontraksi otot yang abnormal atau kejang, yang seringkali menimbulkan nyeri kram dan diare.

Mei – Desember 2013 lalu, Asosiasi Prof. Tayama melakukan sebuah penelitian survey menggunakan questioner yang melibatkan 1663 mahasiswa 8 Universitas domestik mengenai IBS. dari survey ditemukan 23% atau sebanyak 341 orang cocok dengan kriteria gejala. IBS diklasifikasikan menjadi 4 situasi yakni, situasi buang air besar, sembelit-dominan (IBS-C), diare tipe (IBS-D), tipe campuran (IBS-M), dan kasifikasi non-jenis. Asosiasi tersebut dijadwalkan untuk melanjutkan penelitian dan menemukan jawaban serta pengobatan untuk hal yang sedang mereka investigasikan.

Adapun cara terbaik untuk menghadapi IBS diantarnya adalah memilih makanan yang baik dan benar. Selain itu, karena pemicu utama dari gejala IBS adalah stress, anda harus pandai-pandai mengelola stres itu sendiri. IBS adalah salah satu kumpulan gejala sakit yang sangat erat hubungannya dengan aspek psikologis orang yang mengalaminya. Terapi pengobatan yang interdisiplin dan meliputi semua aspek akan sangat baik bagi penyelesaian kasus IBS.



foto: kenko

(ADP)