Tradisi Makan Minazuki Saat Pertengahan Tahun

Tak terasa dengan datangnya bulan Juli menandakan kita sudah melewati tengah tahun, ada tradisi unik di Kyoto Jepang ketika akan memasuki bulan Juli. Tanggal 30 Juni disana juga dikenal sebagai hari Ooharae dimana orang-orang memakan wagashi bernama “minazuki” untuk menghapus dosa dan menghilangkan nasib sial. Tradisi ritual Shinto ini diadakan dua kali setahun, 30 Juni dan 30 Desember.

Minazuki adalah wagashi khas yang dimakan untuk hari Oohare di bulan Juni,kue manis berbentuk segitiga ini terbuat dari tepung beras (mochi) dan kacang azuki diatasnya. Cukup ringan, tidak terlalu mengenyangkan seperti mochi. Ini bukanlah sekedar alasan orang Jepang untuk makan makanan manis lebih banyak. Tradisi tersebut dimulai pada era Marumachi (1336-1573), tanggal 1 Juni dalam kalender Cina adalah hari dimana diadakannya acara tahunan di mahkamah bernama Koori no Sekku atau festival es.

Jika kita melihat kalender saat ini, tanggal 27 Juni merupakan tanggal 1 Juni menurut tanggalan Cina, akhir Juni dimana mulai masuknya musim panas. Sering panasnya cuaca, Shogun dan orang-orang mulia memakan es kedalam mulut mereka untuk mengatasi panas. Tetapi, dari mana mereka mendapatkan es di abad ke-14? Mereka mendapatkan es dari gubug tua Jepang yang dibangun untuk menyimpan es, Himuro, di lokasi yang relatif cukup dingin sepanjang musim dan menyimpan es/salju saat musim dingin. Selain Himuro, orang Jepang kuno juga menggunakan gua untuk tujuan yang sama.

saat tidak ada listrik, Anda bisa bayangkan betapa sulitnya pasti untuk menjaga es agar tidak mencair. Tak perlu dikatakan, pada masa itu es adalah makanan yang berharga dan mewah dan tidak mungkin dapat orang biasa bisa memilikinya. Karena itu, mereka (orang-orang biasa) membuat kue manis manis dalam bentuk potongan es dan memakannya sambil membayangkan merasakan kesejukan. Kacang azuki yang terdapat diatasnya diyakini melindungi orang dari roh-roh jahat.

Minazuki adalah ciptaan orang-orang biasa Jepang kuno yang ingin mmenyegarkan kembali diri mereka untuk menghadapi musim panas dan untuk membersihkan dosa-dosa mereka dan nasib sial seperti orang yang mulia. Apresiasi wajib diberikan untuk mereka, saat ini orang-orang Jepang di saat akhir Juni tiba dapat menikmati wagashi untuk menghormati tradisi.



foto: iromegane

(ADP)