Travel: Indahnya “Rice Paddy Art” di Desa Inakadate

Saat liburan seperti sekarang ini, tempat-tempat wisata seperti taman bermain atau kebun binatang akan ramai oleh pengunjung. Bukan karena hari libur, desa Inakadate di Prefektur Aomori Jepang setiap pertengahan bulan Juli sampai pertengahan Agustus juga ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pasalnya setiap periode tersebut persawahan di desa Inakadate disulap menjadi bentuk seni landscape yang unik, kegiatan yang dilakukan oleh desa kecil berpenduduk kurang lebih 8000 orang tersebut, setiap tahunnya mampu menarik perhatian sekitar 200.000 pengunjung.



Dari generasi ke generasi, penduduk Inakadate hidup dari bertani. walaupun jumlah penduduk disana tidak terlalu banyak, desa ini memiliki lahan pertanian yang sangat luas, lebih dari setengah wilayah desa. Berkat tanahnya yang subur, Inakadate menjadi penghasil beras terbanyak diantara desa-desa lain untuk Jepang selama beberapa tahun terakhir.

Sebagai upaya untuk mengubah daerah produsen beras terbesar menjadi daya tarik parawisata, badan parawisata desa tersebut memulai program parawisata “rice farming tour”. Untuk promosi program tersebut mereka membuat gambar karakter berwarna dengan skala besar menggunakan lahan persawahan. Ini adalah cikal bakal dari Inakadate Rice Paddy Art yang kini menjadi atraksi penting untuk bidang parawisata setiap tahunnya.



Rice Paddy Art di Inakadate Village, dirancang menggunakan teknik perspektif untuk mendapatkan pemandangan yang indah dari karya seni dari tempat melihatnya, digambar penuh warna dari 10 jenis beras. Untuk membuatnya, petani menggabungkan berbagai jenis beras berwarna-warni dengan warna hijau beras tradisional. Beragam jenis beras tumbuh secara alami di Inakadate, mereka tidak menggunakan pewarna buatan.

Diantara paddy art yang ditampilkan tahun ini terdapat beberapa judul film terkenal Amerika seperti Star Wars dan Gone With the Wind. Sawah berukuran 140 x 100 meter didekat tempat pengamatan menggunakan 10 jenis padi dengan warna berbeda, untuk menggambar figur Scarlet O’Hara dalam pelukan pahlawannya Rhett Butler.


Untuk menikmatinya pengunjung harus naik ke menara tempat pengamatan yang juga digunakan sebagai kantor pertanian desa Inakadate. Disana pengunjung dapat melihat banyak art paddy di banyak lahan persawahan, tentunya mereka tidak lupa mengambil foto dari atas menara. Bagi anda yang sedang berlibur ke Jepang, khususnya periode pertengahan Juli sampai pertengahan Agustus, desa Inakadate bisa menjadi salah satu tujuan wisata anda, menurut badan parawisata desa tersebut tahun ini paddy art masih akan ditampilkan di Inakadate hingga pertengahan Oktober.



foto: towada-city

(ADP)