Low-Carbo Diet: Efektif Turunkan Berat Badan, Apakah Aman??

Seiring berkembangnya zaman, beragam pola makan (diet) yang sering dijadikan upaya untuk menurunkan berat badan pun bayak bermunculan. Morning banana diet, oil drain diet, diet mayo, diet kubis dan sebagainya menjadi topic panas. Namun dari beberapa metode diet tersebut banyak dari mereka yang menerima tantangan diet tertentu, berujung pada hasil yang tidak terlalu signifikan atau cenderung tidak berpengaruh.

Salah satu basic dari diet, juga termasuk olah raga dan kebiasaan makan yang baik dan seimbang. Kali ini mengenalkan metode yang mewabah dikalangan wanita Jepang, yakni Low-Carb Diet. Untuk melihat lebih jauh diet yang lebih efektif ini, kita akan melihatnya dari sudut pandang nutrisi dan gizi. Low-carbo diet ini sebenarnya sudah mewabah sebagai metode menurunkan berat badan 1-2 tahun belakangan.

Dalam low-carbo diet, anda bisa membatasi jumlah karbohidrat yang masuk kedalam tubuh yang biasanya sekitar 200-300g menjadi 20-40g saja perharinya. Dengan keadaan tersebut lemak dan protein yang akan menjadi sumber tenaga melainkan glukosa yang didapatkan biasaya dari karbohidrat untuk mengurangi obesitas menggunakan metode tersebut. selain mengurangi jumlah karbohidrat, pelakunya juga harus menghindari makanan manis, alcohol, dan goreng-gorengan. Batasan-batasan yang berlaku pada metode low-carb diet cukup ketat.

Selain itu, terdapat beberapa kemungkinan gejala yang akan terjadi pada badan ketika pelakunya membatasi asupan karbohidrat 20-40g (1/4 porsi nasi) setiap waktu makan, seperti: hilangnya konsentrasi, lebh mudah frustasi dan cepat lelah, turunnya temperature otot dan tubuh. Mengingat untuk jangka panjang, hal tersebut akan membebani tubuh pelakukunya. Jika ingin melakukannya dengan sungguh-sungguh upaya lain juga harus dilakukan adalah menjaga ketenangan pikiran, seperti yang disarankan dokter, dan salah satu cara efektif lainnya untuk membantu proses low-carbo diet adalah saat makan malam, percaya atau tidak hal tersebut merupakan salah satu cara terbaik.

Sebagai contoh, pelaku low carb diet dapat menghilangkan nasi dari menu makan malam mereka. jumlah karbo yang hanya 20-40g akan lebih baik dihasilkan dari nasi merah, yang juga akan kenyang lebih lama dibanding nasi putih umumnya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya harus dibarengi dengan asupan nutrisi seimbang dan tentunya niat yang kuat, namun jangan sampai metode diet yang dipaksakan membuat anda terjatuh sakit, setiap orang harus mengerti batasan untuk dirinya masing-masing dan berlaku untuk hal-hal lainnya.

Bagaimana menurut anda?? mungkin sebagaian sudah ada yang pernah mencoba metode ini, anda bisa berbagi pengalaman dengan para pembaca lainnya. semoga bermanfaat

(ADP)