Awal Mula Obat Nyamuk Bakar Berbentuk Spiral


Satu dari banyak hal menarik saat musim panas di Jepang adalah ‘Katori Senko’, atau obat nyamuk bakar. Sebagai negara kepulaun sub-tropis, akan banyak terdapat nyamuk saat musim tersebut datang di Jepang. salah satu yang terbanyak ditemukan adalah ‘Yabuka’, nyamuk dengan ekor belang hitam-putih yang terbang disekitar telinga dan membuat anda susah tidur sepanjang malam, belum lagi kalau mereka menggigit.

Saat musim panas tiba, katori senko adalah salah satu benda penting selain pendigin udara atau kipas angin. Incense spiral pengusir nyamuk yang biasanya berwarna hijau tersebut juga memiliki bau manis yang khas seperti dupa yang digunakan untuk beribadah. Ini adalah benda yang sangat umum di Jepang maupun di Indonesia, namun kenapa katori senko/obat nyamuk bakar berbentuk spiral? ternyata mereka awalnya ditemukan di Jepang.

Dalam sejarahnya, bentuknya bukanlah spiral seperti yang ada saat ini. anti nyamuk bakar pertama sekitar tahun 1890 memiliki bentuk sama seperti dupa pada umumnya. Memiliki panjang 20cm dan hanya dapat bertahan selama 40 menit. karena katori senko awalnya berbentuk stik dan tipis, setidaknya dibutuhkan membakarnya sebanyak tiga batang agar dapat efektif. Bentuk anti nyamuk ini di Jepang dulu sangat cocok dipakai sambil bermain ‘shogi’ (catur Jepang) yang biasanya dimainkan di teras rumah warga, namun bentuk tersebut tidak bertahan cukup lama untuk melindungi orang selama tidur di malam hari. membuatnya lebih panjang ternyata bukanlah solusi, mereka akan lebih mudah patah di bagian tengah dan menyebabkan kebakaran.

Pencipta dan penemu salah satu merek obat nyamuk bakar di Jepang, Ei-ichiro Ueyama tengah mencari solusi, saat istrinya melihat ular yang melingkar dirumah mereka menjadi saat dimana ide terbaik muncul, yaitu dengan bentuk spiral seperti ular yang sedang melingkar. Pada mulanya mereka menggulung katori senko hingga membentuk spiral satu demi satu, sampai mereka menemukan metode ‘double coil’ yang dapat mengurangi volume dan juga meningkatkan daya tahan. Panjang keseluruhan katori senko juga meningkat dari 60cm ke 75cm yang akan bertahan sekitar 7-8 jam jika dibakar.

Kini di Jepang maupun di Indonesia, kita dapat menemukan katori senko atau obat nyamuk bakar dalam berbagai varian wangi, warna dan lainnya, mereka biasanya datang bersama dudukan yang membatu penggunaannya sepanjang malam. Sebagai salah satu benda penting saat musim panas di Jepang, benda-benda penopang obat nyamuk bakar seperti asbak, guci dan lainnya akan banyak ditemukan. Mungkin untuk beberapa orang di daerah perkotaan sudah banyak yang meninggalkan obat nyamuk bakar, namun bagi mereka yang jauh dari kota, benda ini juga menjadi salah satu alat yang membantu orang-orang untuk dapat tidur nyenyak selain kasur empun dan bantal.

(ADP)