Sake Kini Populer di Kalangan Wanita Muda Jepang


Salah satu produk khas Jepang yang paling dikenal di dunia selain makanan seperti sushi atau sashimi, yakni Sake atau arak beras yang dibuat dari hasil fermentasi beras. Di Jepang meskipun sebagaimana kita ketahui, pesta minum seringkali dikaitkan dengan pegawai kantoran paruh baya berpenampilan lusuh dan minum hingga larut malam, kini konsumen sake juga tumbuh di kalangan anak muda wanita di sana. Saat wine dan beer menjadi pilihan favorit, para wanita muda juga menunjukkan ketertarikan mereka pada minuman yang lebih tradisional di Jepang yakni sake.

Terutama Junmaishu (arak beras murni) dan Junmai ginjoshu (arak beras spesial) yang mana adalah varian sake berkualitas tinggi, disajikan sebagai Tsumami atau side dish yang disajikan beserta minuman beralkohol. Tsumami merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman minum alcohol di Jepang. penggemar sake menikmati minuman tradisional Jepang tersebut dengan tsumami yang berbeda-beda.

Menurut badan pajak Nasional Jepang, pengiriman dan impor sake naik dari 583 kiloliter di tahun 2012 sampai 587 kiloliter di tahun 2013. Di Grand Sake Market di Ikebukuro Tokyo, terdapat rasio gender untuk pelanggan mereka, perbandingan sebesar 7:3 untuk dominan pelanggan pria sejak toko tersebut buka pada bulan Maret. Di kalangan generasi muda, yang menganggap sake adalah minuman untuk orang tua, kaum wanita mengambil 70% dari presentasi pelanggan yang datang. Kenaikan jumlah wanita yang meminum minuman fermentasi beras tersebut juga dilaporkan.

Satu faktor yang membuatnya kini banyak dikonsumsi oleh generasi anak muda di Jepang yakni, pada tahun 2013 lalu Jepang telah mendaftarkan minuman fermentasi beras tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya. Hal tersebut dilakukan Jepang demi mendapatkan lebih popularitas akan Sake di negara-negara lainnya.












foto: blogdotjapan, ann

(ADP)