Makanan Unik: Sushi Buah di Prefektur Wakayama Jepang

Di daerah Kinokawa Prefektur Wakayama Jepang, buah anggur, semangka, peach dan lainnya, menggantikan posisi ikan mentah yang terdapat dalam sushi di salah satu restoran yang terletak di kota yang disebut-sebut sebagai “kerajaan buah”. Sushi buah yang dibuat Akio Chikatani, koki generasi kedua dari Chikara Zhushi di Kinokawa, dimana 70% nilai produksi pertanian adalah buah-buahan.

Kinokawa menjadi pemimpin dari semua kota yang ada di Jepang atas pendapatan yang dihasilkan dari buah ara dan Jeruk "hassaku", selain terdapat varietas unik yang tumbuh di kota tersebut yakni jenis persik yang dijual di bawah nama merek "Arakawa no Momo" atau buah peach dari Arakawa. Kota, yang dikatakan memiliki panen semua varietas buah kecuali pisang dan nanas, membantu untuk mendirikan sebuah kelompok studi yang disebut Fruits Tourism Kenkyukai untuk merancang cara untuk bagaimana menggunakan buah daerah tersebut yang terkenal untuk memikat wisatawan.

Ketika Chikatani menghadiri pertemuan Fruits Tourism Kenkyukai pada bulan September 2014, ia didekati oleh Tomoko Noguchi, yang bekerja untuk menghidupkan kembali kota-kota di seluruh Jepang, menyarankan Chikatani untuk menggabungkan buah dengan sushi-nya. Chikatani awalnya ragu-ragu untuk mengambil ide yang tidak biasa itu. Tapi ia akhirnya memutuskan untuk membuat tiga jenis Sushi Buah: "gunkan-maki," nasi dibungkus rumput laut atasnya dengan buah anggur dan telur Salmon; "Hosomaki" gulungan tipis yang mengandung peach Jepang dan "ume" (aprikot Jepang); dan hosomaki lainnya yang berisi buah ara dan daun oba.

Jumlah pengunjung restoran Chikara Zushi yang memesan sushi buah tak disangka meningkat dan membuatnya mendapat banyak keuntungan, sehingga Chikatani memutuskan menjadikan sushi buah kreasinya sebagai menu permanen yang terdapat di restoran tersebut. "Saya berasumsi bahwa 'shari' (beras dibumbui dengan cuka), yang dibuat di sisi manis, cocok kesegaran buah-buahan”, seperti yang dikatakan Chikatani. "Saya berharap para konsumen menikmati rasa dari buah itu sendiri tanpa harus mencelupkan kedalam kecap”.









foto: ajwasahi

(ADP)