Review: WTF Market 2015 Hiatus in Japan

Satu lagi event yang berhasil digelar pada akhir pekan lalu, diadakan di dalam pusat perbelanjaan mewah di tengah kota Jakarta. Event We The Future (WTF) Market 2015 “Hiatus in Japan” telah berhasil digelar dari 24-27 September di Lt. 5 West Mall Grand Indonesia Shopping Town. Meskipun dikenakan biaya sebesar 10.000 rupiah untuk dapat masuk, tak sedikit pengunjung yang datang ke event yang diisi sekiranya 100 booth fashion dan makanan.

Mulai dari pintu masuk area event, pengunjung yang datang disuguhkan dengan deretan booth yang menawarkan brand fashion masing-masing dengan segala keunikannya. Baju casual, dress, aksesoris, dan berbagai fashion item lainnya terpampang di area yang didekorasi dengan tema ‘Jepang’. selain pakaian, juga terdapat booth-booth lainnya diantaranya booth aksesoris handphone, mainan, sampai pernah-pernik yang unik.

Selama event berlangsung, setiap harinya WTF Market 2015 menghadirkan pembicara dari fashion blogger, food blooger, dan traveler untuk berbagi tentang pengalaman sukses mereka di bidang masing-masing. Diantaranya Elle Yamada, Hans Danial, dan Alexander Thian. Selain itu juga terdapat sushi workshop dalam event, dimana dihadiri oleh banyak partisipan muda.



Rute dalam area di atur sedemikian rupa agar pengunjung dapat melihat semua booth, sampai ke booth makanan yang terdapat di dekat pintu keluar. Kurang afdol rasanya berbelanja juga cuci mata tanpa ditutup dengan makanan yang juga beda, di WTF Market kali ini terdapat beberapa booth makanan yang unik untuk dicicipi para pengunjung. satu yang paling menyita perhatian pengunjung yakni booth ‘Bank of Blood’ yang menawarkan minuman dalam kantung darah, dan beberapa booth makanan yang sebelumnya munkin belum pernah kita temui.

Produk-produk yang ditawarkan di WTF 2015 Hiatus in Japan adalah produk berkelas, jadi tidak perlu heran mengapa mereka di banderol dengan harga yang sedikit mahal. Namun, secara mereka adalah brand-brand lokal yang tidak kalah bersaing dengan produk import, tiada salahnya untuk membanggakan produk dari dalam negeri sendiri, it’s worthed.




foto: anibee

(ADP)