Omiyage atau Oleh-oleh, Sebuah Kewajiban Sosial di Jepang?


Sudah menjadi hal yang lazim ketika kita atau teman yang baru berpulang dari liburan membawakan oleh-oleh berupa souvenir ataupun makanan, dan hal tersebut tentunya dilakukan dengan sukarela meskipun beberapa orang ada yang sengaja menitipkan barang tertentu. Namun, siapa sangka di Jepang kalau tidak melakukannya akan dianggap tidak sopan? Praktek membawakan oleh-oleh yang disebut omiyage sepulang dari perjalanan adalah kewajiban sosial, khususnya di kantor.

Terlepas dari jauh atau dekat liburan tersebut, omiyage selalu diharapkan setelah seseorang kembali dari perjalanannya. Sindiran ringan seperti “apa benar dia pergi berlibur?” atau yang lebih kasar “dasar pelit” siap untuk dilayangkan setiap waktu ke seseorang yang tidak membawakan omiyage.

Apa sebenarnya Omiyage itu?


Arti kata Omiyage adalah produk lokal, dan seharusnya mewakili kota dimana produk tersebut dibuat. Seperti contoh kalau di Jepang yakni Apel dari Aomori, kentang dari Hokaido, ataupun kumamon yang lucu dari Kumamoto. Orang Jepang cukup mendetail tentang membawakan oleh-oleh dari daerah setempat, sebagai pemberian untuk kerabat atau temannya. Menurut mereka, melakukan hal tersebut membantu menyebarkan kepopuleran suatu produk, baik domestic maupun internasional, tentang produk-produk unik disetiap prefektur.

Toko khusus omiyage atau Senmonten, biasanya memiliki beragam pilihan omiyage yang terbungkus rapih didalam kotak. Mereka sengaja dikemas serapih mungkin agar omiyage masih terlihat layak ketika diberikan kepada teman atau kerabat, sebagai oleh-oleh khas suatu prefektur.

Di Jepang, omiyage juga dinanti ketika seseorang kembali dari luar negeri. Berhati-hatilah dalam memastikan bahwa makanan ringan yang dibawa untuk diberikan masih terbungkus rapi dan belum lewat tanggal kadaluarsa. Jika tidak begitu, gantungan kunci, magnet kulkas, atau merchandise selain makanan bisa menjadi pilihan omiyage dari luar negeri. Omiyage cenderung untuk diberikan kepada orang lain, sedangkan souvenir sebagai kenang-kenangan untuk diri sendiri. jika anda mengunjungi teman anda yang orang Jepang bawalah omiyage yang mewakili daerah yang dikunjungi sebelumnya, dan menyiapkan cerita tentang omiyage tersebut..





foto: wikimedia, jpn

(ADP)