Film Dokumenter Ini Tunjukkan Kemandirian Anak-Anak di Jepang

Melihat pemandangan orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Jauhnya jarak antara rumah dan sekolah serta faktor keamanan menjadi beberapa alasan para orang tua mengantarkan anak mereka ke sekolah bahkan menunggunya hingga kelas selesai. Namun belum lama ini salah satu stasiun televisi Australia, SBS 2, membuat sebuah film dokumenter pendek yang menyoroti tentang kemandirian anak-anak di Jepang.

Film dokumenter pendek ini diawali dengan kata-kata pepatah dari Jepang Kawaii ko ni wa tabi o saseyo atau “Kirim anak-anak tercinta dalam sebuah perjalanan” yang artinya anak-anak harus belajar untuk menghadapi setiap tantangan dan kesulitan di dalam kehidupan sejak dini. Anak-anak di Jepang memang sudah terbiasa untuk berangkat ke sekolah sendiri, baik dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum seperti bus ataupun kereta.

Seperti yang dilakukan oleh Noe Ando, anak perempuan berusia tujuh tahun ini sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk berangkat ke sekolah menggunakan transportasi kereta api dan harus berdesakan dengan banyak penumpang dewasa di stasiun Shinjuku JR, yang pada jam sibuk merupakan stasiun tersibuk di dunia dengan jumlah penumpang yang sangat padat. “Dia harus belajar untuk memecahkan masalah sendiri. Jika dia hilang atau menaiki kereta yang salah, maka dia harus bisa mencari tahu sendiri,” ucap ibu Noe.

Seorang jurnalis investigasi Amerika yang tinggal di Jepang, Jake Adelstein, juga sudah mulai mendidik anaknya yang baru berusia empat tahun untuk bisa mandiri, dengan membiarkannya berjalan ke sekolah sendiri. Dirinya juga menambahkan jika ada orang tua yang masih mengantarkan anaknya ke sekolah, maka budaya orang tua tersebut harus diubah.

Pendapat yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Emily, gadis dari Australia yang baru berusia sepuluh tahun. Ketika ditanya pendapatnya bagaimana jika ia harus berangkat dan pulang sekolah sendiri, ia mengatakan bahwa itu adalah hal yang sangat keren dan ia membayangkan ketika dirinya sudah SMA, ia bisa mandiri dengan berangkat dan pulang sekolah sendiri. Film dokumenter pendek ini memang tidak hanya menyoroti kemandirian anak-anak di Jepang saja, tetapi juga perbedaan sosial antara anak-anak di Jepang dan Australia, terlebih dengan budaya barat.

Dalam film pendek tersebut juga dikatakan bahwa jumlah penduduk Jepang lima kali lipat lebih banyak dibanding penduduk Australia, tetapi tingkat kejahatan yang ada di Australia empat kali lebih banyak dari tingkat kejahatan di Jepang. Tentu saja membuat Jepang lebih aman dibanding Australia.


Rendahnya tingkat kejahatan yang terjadi di Jepang memang menjadi salah satu alasan anak-anak berani berangkat ke sekolah sendiri. Namun, tanpa cara berpikir orang tua yang mendidik anaknya untuk menjadi mandiri sejak dini serta keberanian dan keinginan sang anak untuk mandiri, hal tersebut mungkin tidak akan terjadi. Nah, kawan anibee apakah dulu berangkat dan pulang sekolah sendiri? ( ^_^ )

Ingin melihat seperti apa film dokumenter pendek tersebut? Kalian bisa melihatnya dibawah ini:





(Andreas)