Euforia Perayaan Halloween di Jepang

Orang di Jepang menyukai perayaan-perayaan asing (barat) yang di komerisilkan, seperti hari valentine, hari natal, sampai perayaan Halloween. Meski puncak dari perayaan Halloween baru akan datang di akhir bulan ini restoran, minimarket, coffee shop, atau tempat lainnya sudah bersiap menyambut hari yag identik dengan kostum dan lentera labu tersebut sejak awal bulan Oktober.

Generasi yang lebih tua biasanya memadukan perayaan Halloween dengan perayaan Thanksgiving, sebagaimana labu dan dekorasi musim gugur juga digunakan dalam perayaan Halloween. Sedangkan generasi yang lebih muda sangat menyukai Halloween, khususnya anak-anak untuk permen yang akan mereka dapatkan dari trick or treat. Kebanyakan kaum dewasa muda menikmati berbagai barang bertema Halloween, makanan dan pesta kostum. Meskipun menggunakan kostum Halloween di Jepang dinilai sedilit kekanak-kanakan, setiap tahun semakin banyak wanita dewasa yang menggunakannya.


Ide menggunakan kostum menyeramkan tidak begitu meluas sebagaimana mestinya pada Halloween, dan dapat ditemukan cosplayer yang mendaur ulang kostum ‘aneh’ mereka untuk dipakai dalam perayaan tersebut.

Selain itu, banyak toko dan tempat-tempat menawarkan trick or treat kepada anak-anak yang datang selama minggu Halloween. Event-event parade Halloween pun ikut diadakan, dimana anak-anak dapat mendatangi tempat-tempat untuk mengumpulkan permen. Dalam parade anak-anak diharuskan menggunakan kostum, biasanya mereka datang dengan topi nenek sihir.

Saat minggu Halloween, supermarket juga menawarkan kembali produk mereka dan merchandise lainnya sebagai edisi spesial Halloween. Begitu pula terjadi di tempat wisata bermain, sebelum musim libur natal, Halloween merupakan agenda besar di tiap-tiap tempat bermain dengan segala dekorasi bertema ‘spooky’ bagi para pengunjung, bahkan tempat-tempat yang menjajakan makanan akan mengikuti tema Halloween dengan berbagai penawaran unik. secara keseluruhan Jepang mungkin merayakan Halloween secara besar-besaran seperti layaknya perayaan libur hari besar natal.






foto: japanguide, tokyofashion

(ADP)