Toyko Fashion Week “Spring 2016” Review

Spring season di Tokyo Fashion Week telah selesai diselenggarakan pada akhir pekan lalu, terdapat karya-karya menarik dari para desainer ternama mulai dari gaun berenda elegan sampai streetwear kekinian, bahkan beberapa pakaian yang didesain khusus untuk orang dengan disabilitas . Event yang digelar selama dua hari tersebut jelas membawakan ‘sesuatu’ untuk banyak orang khususnya bagi para fashion enthusiast, berikut anibee telah merekap beberapa karya istimewa dari berbagai desainer ternama dalam Tokyo Fashion Show Spring 2016.

Mihara Yasuhiro


Desainer asli Jepang Mihara Yasuhiro telah menjadi desainer yang kini dikenal oleh dunia, yang dikenal dengan ciri memberikan perhatian penuh terhadap detail. Koleksi musim seminya menampilkan beberapa campuran gaya celana indigo denim, mantel dan patchwork jeans, rajutan mesh, safari jacket, yang semuanya memiliki tone warna earth. Penggunaan bahan serta style menjadi titik fokus diatas cat walk, sebagaimana Yasuhiro memadupadankan bahan denim, katun, linen, dan sutra untuk koleksinya kali ini.


Beautiful People


Dengan toko yang terdapat di Omotesando dan Isetan Harajuku, brand Jepang Beautiful People merupakan pilihan populer untuk warga Tokyo yang menyukai gaya berpakaian rapi. Koleksi terbaru dari desainer Hidenori Kumakiri ini memancarkan keanggunan yang sophisticated, dangan tone warna pastel dan earth yang diperjelas dengan bahan luxe, termasuk renda, tenunan katun, serta chiffon tipis dengan beludru seperti sulaman bunga.


Mint Design


Mint Design menampilkan koleksi yang secara konsisten cerdik dan padu, dua pintar Central Saint Martins memberikan pada penonton style yang lebih feminine dan uber contemporary styling mereka. Sementara style yang dipamerkan sangat bergaya tinggi, ada sebuah effortlessness dari Nao Yagi dan bekerja Hokuto Katsui. Cetakan ringan bunga pastel disimpan sebagai dasar dengan mencolok menjahit abu-abu hitam dan murung, dan diselesaikn dengan trainer.


Tenbo


Menampilkan fashion design khusus untuk orang dengan disabilitas, dengan show cinematic yang menampilkan ledakan bom dan kehancuran dari tahun 1945. fashion show yang ditampilkan oleh para disabilitas seakan untuk memberikan kedalaman karakter dari koleksi Tenbo kali ini. fungsi Tsuruta sebagai designer adalah memberikan busana inklusif, terbuka dan dapat diterima oleh semua. Namun, koleksinya masih berdiri dibelakan bayang-bayang show yang menggugah emosi pengunjung.


Divka


Memamerkan koleksi mutakhir yang utamanya terbungkus sifon tipis dan jersey santai, desainer Takayuki Tanaka dan Motoyuki Matsumoto terus memunculkan hal-hal ceria dengan lapisan bergelombang. Meluncur bersama sebuah soundtrack ambient, model muncul melalui gumpalan asap putih yang terhampar anggun di runway. Palet warna skala abu-abu minimal beraksen dengan percikan teal dan marmer tie-dye, memberikan jangkauan yang tenang dan sensibilitas organik. Divka menyajikan koleksi yang sangat serbaguna, dengan lebih dari gaun kontemporer hitam yang dapat dijadikan pilihan.


Dresscamp

Banyak desainer menunjukkan suatu yang sederhana, monoton, dan desuaikan dengan kategori yang sudah ada sebagai fashion wanita di Japan Fashion Week. Namun, desainer Toshikazu Iwaya menyimpang dari kesesuaian dan menyelam jauh ke keganjilan. Listrik warna, kain dekoratif dan pola boros hanya beberapa hal yang terlihat di runway Dresscamp.


DressedUndressed


Label dari desainer Takeshi Kitazawa dan Emiko Sato dikenal untuk koleksi yang clean, warna-warna netral, monokromatik, dan pola yang dicat. Bertindak sebagai metafora untuk koleksi musim semi, sebuah kanvas putih besar bergulir di runway, mengingatkan pada kuda-kuda seni. Styling sederhana dan desain dasar menirukan arah seni produksi, namun itu detail kecil dan karakteristik masing-masing pakaian yang membuat koleksi mereka begitu penting.


Christian Dada

Desainer Christian Dada, Masanori Morikawa telah memamerkan baik busana perempuan dan pria bersama-sama di runway, mulai dari musim lalu ia sekarang memisahkan menjadi dua dua, hanya menampilkan perempuan selama Tokyo pekan mode. Latar belakang yang mengikuti warna langit dari matahari terbit sampai malamberbintang, serta live music oleh seorang pianis, pemain biola dan vokalis mengatur nada yang sangat romantis untuk koleksinya kali ini.








Foto: savvy

(ADP)