10 Hal yang akan Mengejutkanmu saat Kamu Mengunjungi Jepang

Ketika melakukan perjalanan ke luar negri untuk pertama kalinya, tidak peduli seberapa bagus persiapan kamu, pasti akan ada banyak hal yang mengejutkanmu! Mari kita lihat 10 hal di Jepang yang mungkin akan mengejutkan kamu ketika kamu pergi ke Jepang untuk pertama kalinya.

Dengan beberapa hal dibawah ini, kamu dapat menikmati perjalanan pertama kamu ke Jepang!

1. Menyeruput makanan


Ketika kamu tiba di Jepang untuk pertama kali, dan kamu tidak bisa menunggu lama untuk menikmati pertama kali semangkuk ramen khas Jepang. Dan seorang pegawai kantoran disebelah tempatmu duduk telah menerima pesanannnnya dan kamu belu menerima pesanan makananmu dan pegawai kantoran itu tidak akan segan-segan untuk menyeruput semangkuk ramen itu dan menciptakan suara yang agak nyaring. Cobalah untuk tidak kehilangan napsu makanmu, karena di Jepang ketika menyeruput mie seperti ramen, soba dan udon diperbolehkan! Faktanya dengan menyeruput mie tersebut itu tandanya kamu menikmati makanan yang telah dihidangkan dan jika kamu telah menjadi penyeruput mie yang ahli, kamu akan merasakan bahwa memakan mie sambil di seruput itu lebih mudah dibandingkan memakan mie dengan berhati-hati.


2. Toilet

Sementara toilet berstandar Barat adalah hal yang paling umum di Jepang, cobalah sesekali bermain permainan rolet beresiko ketika kamu membuka pintu kamar mandi. Apakah kamu akan mendapatkan toilet mewah? atau kamu akan mendapatkan toilet tradisional "wahiki"? Jika kamu memilih pintu #1, mungkin kamu akan menikmati kursi yang dapat dihangatkan, suara simulasi pembilasan untuk privasi dan tentu saja dengan air bilas yang bisa dipilih mau air hangat atau air biasa, pilihan tekanan atau lokasi. Jika kamu memilih pintu #2, pastikan ponsel dan barang-barang berhargamu telah keluar dari kantong, hati-hati dengan pakaian longgar, dan cobalah agar tidak jatuh. Beberapa toilet umum memiliki kedua pilihan, Barat dan Washiki, jadi kamu harus mengecek pintu toilet sebelum masuk kedalam toilet tersebut.


3. Sento dan Onsen


Jika kamu benar-benar ingin mendalami budaya Jepang, kamu harus siap untuk mencoba "onsen" (pemandian air panas). Atau, untuk meringankan anggaranmu kamu bisa mncoba "sento" (pemandian umum). Onsen dan Sento memiliki tipikal yang sama yaitu kaamu harus telanjang tanpa mengenakan pakaian sehelai pun dan masuk ke dalam tempat mandi dengan beberapa orang asing, tradisi ini telah ada di Jepang selama ratusan tahun dan ingatkan kepada diri kamu bahwa semua orang yang berada dalam onsen maupun sento adalah orang-orang yang sudah terbiasa dengan hal itu! Bacalah sedikit etiket saat mandi di rumah mandi (bilas pertama, masuk kedalam kolam/bak, bilas lagi) dan nikmatilah saat-saat berada didalam onsen atau sento. Tato merupakan hal yang tidak disukai di Jepang dikarenakan biasanya orang yang bertato memiliki hubungan dengan yakuza, dan banyak onsen dan sento yang melarang kamu masuk jika kamu memiliki tato, meskipun tato yang kamu miliki itu keci. Jika kamu malu atau bertato, tetapi kamu ingin menikmati pengalaman mandi di pemandian airpanas, beberapa resort onsen menawarkan pemandian "kashikiri" (pivate) untuk kamu dan teman perjalanan kamu!


4. Tempat sampah dan penyortiran

Jepang adalah negara yang nyaman. Mesin minuman ada disetiap sudut, ada banyak toko..... tapi, dengan semua minuman dan snack yang siap dimakan, apa yang harus kamu lakukan dengan sampah-sampahnya?! Tempat sampah di Tokyo sebagaian besar menghilang sebagai keamanan setelah serangan tetor demosetik di tahun 90-an, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda segera kembali, sehingga kamu harus tahu dimana lokasi tempat sampah. Beberapa toko memiliki tempat sampah didepannya, atau tempat sampah berada didalam toko yang memiliki sebuah mini cafe. Stasiun JR kadang-kadang memiliki tempat sampah pada platfformnya, dan kamu bisa menemukan tempat sampah di dalam atau diluar stasiun kereta bawah tanah. Jika kamu benar-benar tidak dapat menemukan tempat untuk membuang sampah, maka hendaknya kamu membawa sampah tersebut untuk sementara waktu. Dan ingat, Jepangan sangat berhati-hati tentang pemilahan sampahnya. Berikut adalah katagori yang paling umum:

– もえるゴミ / moeru gomi – sampah yang dapat dibakar (kertas, sisa makanan, kadang-kadang plastik yang tak dapat didaur ulang)

– もえないゴミ / moenai gomi –sampah yang tidak dapat dibakar (bola lampu, baterai, pecahan kaca)

– びん / bin – glass bottles, カン/ kan – kaleng alumunium

– ペットボトル / petto botoru - botol plastic


5. Barang tanpa pengawasan


Ketika kamu sedang berjalan-keluar untuk duduk di kafe atau restoran, kamu mungkin akan terkejut melihat tas atau iPhone yang ditinggalkan di meja mereka. Jepang adalah negara yang sangat aman dengan tingkat kejahatan terendah di dunia, dan sistem yang memberikan penghargaan kejujuran dan memberikan hukuman untuk orang yang berprilaku buruk. Untuk alasan yang sama, kamu mungkin akan melihat beberapa anak yang menggunakan kereta dengan aman untuk pergi kesekola dan pulang dari sekola sendirian, dan beberapa pria Jepang dengan dompet panjang yang menonjol dari saku belakang mereka.


6. Harga buah


Jika dalam perjalanan pertama kamu ke Tokyo melibatkan seluruh toko makanan yang berkelas tinggi, kamu mungkin menginginkan beberapa buah dan conbini (toko) tidak memiliki banyak buah untuk ditawarkan. Lantai basement di beberapa departemen store termasuk beberapa supermarket, di mana kamu bisa menemukan hal aneh di Jepang, buah yang sangat mahal. Ini bukanlah hal yang tidak biasa untuk melihat potongan buah yang dijual seharga 10,000 yen atau 20,000 yen, namun bukan melon yang kamu bawa kerumah dan menyajikannya dalam salad buah. Hal yang biasa dilakukan di Jepang adalah memberikan buah-buahan mewah sebagai hadiah selama transaksi bisnis, pernikahan atau kunjungan kerumah sakit. Jika buah-buah termasuk mahal untuk anda, maka kamu bisa memeriksa stan buah yang berada di sudut kiri ALTA di luar pintu timur stasiun Shinjuku untuk buah potong segar seharga 100 yen atau 200 yen.


7. Porsi makanan


Berikut adalah beberapa kejutan budaya yang bekerja didua arah: ketika orang Jepang mengunjungi negara lain, mereka sering terkejut oleh betapa besar minuman dan porsi makanan yang disuguhkan. Ketika orang dari luar Jepang mengunjungi Jepang, mereka mungkin terkejut dengan sedikitnya porsi makanan yang ada. Setelah seharian jalan-jalan mengelilingi kota, jangan mengharapkan segelas besar air ketika kamu duduk untuk makan, namun kamu bisa dengan bebas meminta "okawari" (isi ulang) atau cobalah tempat lain dengan pilihan "drink bar" yang bisa bebas diisi ulang dengan apapun jenis minuman yang kamu inginkan dengan harga yang terjangkau. Kebanyakan restoran Jepang tidak memiliki pilihan untuk membawa pulang sisa makanan, dan melayani porsi satu kali makan. Tentu saja, selera makan tiap orang berbeda, jika kamu datang ke restoran dengan perut yang sangat lapar, cobalah dengan memesan hidangan nasi atau mie "ohmori".


8. Tempat untuk duduk


Perjalanan sangat melelahkan! Kadang-kadang kamu hanya ingin mencari tempat untuk mengistirahatkan kaki selama beberapa menit, namun di Jepang, di Tokyo terutama, hal ini lebih mudah dikatakan dari pada dilakukan. Ada sangat sedikit bangku umum dan tempat untuk duduk diluar, dan jika kamu duduk di bawah (tanah) maka kamu akan mendapatkan pandangan aneh dari orang-orang disana. Bahkan stasiun kereta hanya memiliki beberapa kursi bagi wisatawan yang lelah dan komuter. Jika kamu benar-benar buth istirahat dan tidak dapat menemukan taman umum, mungkin kamu harus membayar minum di kafe atau McDonald untuk duduk dan mengistirahatkan kaki di tempat itu. Atau jika kamu berada di Tokyo, kamu bisa naik Yamanote loop line dan kembali lagi ketempat awal kamu naik Yamanote loop line.


9. Budaya mengantri



10. Barang-barang Hilang


Salah satu kecelakaan perjalanan paling menakutkan mungkin kehilangan sesuatu di negara asing. Tapi, ada kabar baik! Jika kamu kehilangan sesuatu di Jepang, kemungkinan besar benda tersebut akan kembali lagi kepadamu. Benda seperti dompet, payung, dan banyak benda lainnya yang biasa hilang di kereta akan kembali kepemiliknya dengan berbicara dengan staff stasiun, meskipun kadang-kadang kamu mungkin perlu untuk pergi ke stasiun terakhir untuk mengakses tempat lost and found. Jika kamu kehilangan sesuatu di tempat lain, cobalah temukan "koban" (pos polisi) terdekat dan jelaskan apa yang hilang, dimana dan kapan. Jika kamu lupa sesuatu di kamar hotelmu, staff hotel akan selalu mengambilkannya untukmu, bahkan jika kamu sudah pulang! Untuk mulai menjelaskan situasi kamu, maka cobalah untuk menggunakan frase "wasuremono wo shimashita" (Saya kehilangan / lupa sesuatu) dan saya pergi dari arah sana.

Apakah kamu akan terkejut untuk melihat aspek-aspek budaya Jepang? Apakah terlalu aneh, atau kamu pikir kamu akan bisa terbiasa dengan kebiasaan itu? Marilah beritahu apa yang kamu pikirkan, atau jika kamu pernah pergi mengunjungi Jepang, beritahu kamu sesuatu yang lain yang membuat kamu terkejut saat mengunjungi Jepang untuk pertama kali~

(MSN)