Ohaguro, Adat Tradisi Kuno Jepang Menghitamkan Gigi


Ketika banyak wanita didunia ini termasuk di Indonesia berlomba untuk mendapatkan gigi yang lebih putih guna menambah daya tarik, budaya di Jepang dan beberapa bagian di Asia mewarnai gigi mereka untuk mendapatkan gigi yang hitam. Aneh, unik, tabu, dan apapun anda menyebutnya, tradisi tertentu menandai norma yang sama sekali berbeda dari hal yang dilakukan banyak orang umumnya. Adalah Ohaguro, adat tradisional Jepang dengan menghitamkan gigi, khususnya para wanita. Lantas, dimana letak keindahan dari gigi yang hitam?

Selama berabad-abad, perempuan dan beberapa laki-laki di Jepang mempraktekkan tradisi Ohaguro dimana membutuhkan gigi yang di warnai hitam. Dalam budaya Asia tertentu, gigi hitam menjadi simbol dari kekayaan dan kematangan seksual, menjalani ritual tersebut menunjukkan seorang gadis sudah siap menikah. Dalam proses mewarnai gigi yang awalnya putih, meminum pewarna hitam berbasis besi yang ditempa dengan kayumanis atau ‘kanimizu’ telah menjadi hal yang biasa untuk mendapatkan daya tarik dari gigi hitam yang tampak seperti di pernis.

Adat tersebut kemudian menjadi mode sekitar 920 Masehi, meskipun asal-usulnya tidak jelas, menurut buku "Around the World Dentistry" dari Henry Lovejoy Ambler. Selama abad pertengahan, tradisi itu lazim di pakai oleh samurai dan orang istana, serta prajurit dari klan Taira. Namun, pemerintah Jepang meluncurkan sebuah inisiatif untuk memodernisasi negara di akhir abad ke-19, sehingga melarang Ohaguro pada tahun 1870. Hanya tiga tahun kemudian, permaisuri Jepang memantapkan hukum tersebut dengan tampil di depan umum dengan gigi putih – sebuah beauty statement yang mengejutkan kala itu. Hari ini praktek terlihat hanya dapat ditemukan di kalangan orang tua di daerah pedesaan.





foto: pinterest, jda

(ADP)