Tiga Alasan Mengapa Tidak Masalah untuk Menjadi Gadis Feminin di Jepang

Sekarang ini perempuan di Jepang memiliki banyak peluang untuk bekerja dibandingkan sebelumnya, banyak perempuan yang masih memilih untuk merawat anak dirumah dan mengurus pekerjaan dirumah dibandingkan harus pergi ke kantor. Bahkan, beberepa perempuan mengatakan bahwa banyak keistimewaan untuk menjadi seorang perempuan di Jepang.

Di Jepang mereka memiliki sesuatau yang disebut "Joshiryoku" yang memiliki arti "Girl Power". "Girl Power" di Jepang bukan berati tentang keberanian dan ketangguhan seorang perempuan namun "Girl Power" di Jepang berarti menghargai feminitas seseorang. "Joshiryoku" juga dapat di terjemahkan sebagai "feminine power". Berikut ini ada beberapa alasan mengapa gadis di Jepang tidak apa-apa untuk menajadi feminin.

1. Di Jepang, perempuan sangat bangga akan karakteristik feminin yang mereka miliki

Meskipun di Jepang garis perbedaan antara jenis kelamin masih ada. Di sini, mereka masih belum mencapai tahap dimana mereka melarang anak laki-laki bermain Lego dan menggantikan permainan itu dengan mainan tradisional yang menonjolkan bahwa mereka adalah laki-laki dan memberikan mainan khusus anak perempuan untuk anak perempuannya, dan orang dewasa masih diperbolehkan untuk memuji anak laki-laki yang masih kecil tentang betapa tangguhnya mereka, dan memuji anak perempuan yang masih kecil tentang betapa manisnya mereka, tanpa harus khawatir tentang perbedaan jenis kelamin.

Dan di Jepang, perempuan dapat menjadi perempuan tanpa harus merasakan tekanan untuk bertindak seperti laki-laki. Sementara sifat maskulin yang masih dimiliki adalah agresivitas dan ketegasan yang tidak di ragukan untuk mencapai kesuksesan didalam ruang rapat, bagi wanita yang tidak memiliki keinginan untuk terjjun dalam dunia karir atau bisnis, sedikit dari mereka yang memiliki sifat ini. Biasanya, mereka akan menjadi lebih komunikatif, empati, dan cenderung lebih perhatian, mereka masuk kedalam katagori feminin tradisional yang lebih memilih pekerjaan sebagai pengurus rumah, guru TK, dan sejenisnya.

Karena kaum perempuan tidak ditempatkan ditempat yang sama di Jepang, dan banyak kenyataan pahit yang harus diterima oleh kaum wanita yang ingin berkarir di Jepang, banyak ritangan yang harus dilalui oleh wanita di Jepang jika ingin bekerja karena masyarakat di Jepang memiliki beberapa pendapat yang berbeda tentang wanita yang ingin bekerja dengan pemikiran bisnis di Jepang. Untuk wanita yang tidak tertarik dengan pekerjaan yang berkaitan dengan bisnis, maka tidak perlu khawatir tentang beberapa hal seperti harus pulang kantor dengan segera dikarenakan memiliki anak atau membayar tempat penitipan anak saat kembali dari kantor, meskipun sebenarnya mereka tidak menginginkannya. Beberapa hal tersebut juga berhubungan dengan masalah ekonomi, adalah normal di Jepang jika hanya satu orang saja yang bekerja untuk mencari nafkah.

2. Di Jepang, wanita memiliki kebebasan untuk berdandan dan menikmatinya

Wanita Jepang menikmati kebebasan untuk mengenakan makeup dan high heels hanya untuk pergi bebelanja ke sebuah toko. Wanita Jepang tidak harus khawatir tentang bagaimana orang lain menilai bagaimana cara mereka berpakaian dan itu juga menunjukan bahwa wanita memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengenakan pakaian yang mereka inginkan, bahkan jika wanita tersebut bergaya ala Little Bo Peep dengan menggunakan dress Lolita dengan aksesoris renda yang matching.

Jepang memiliki masalah dengan seseorang melakukan pelecehan seksual didalam kereta yang membawa keresahaan bagi wanita yang hanya bisa terdiam saat kejadiaan itu terjadi dikarenakan rasa takut untuk berteriak. Namun, mengenakan rok pendek, heels, dan mengenakan banyak make up itu adalah hal yang biasa di Jepang.

3. Jepang mencintai keimutan

Alasan lain mengapa menjadi sangat feminin lebih diterima di Jepang, dikarekan warga Jepang mencintai hal-hal lucu. Wanita dewasa berjalan dengan santai mengenakan tote bag, gantungan kunci dan gantungan handphone yang menampilkan karakter menggemaskan seperti Rillakkuma, Funasshi, dan Hello Kitty.

Bahakan kaum pria di Jepang juga menegnakan benda-benda tersebut! dan tidak ada yang menyebut mereka kekanak-kanakan atau menanyakan kejantanan mereka. Pria ingin mengenakan baju berwarna pink tapi memiliki rasa khawatir dikarenakan warna pink itu terlalu feminin? tidak ada seorangpun yang akan keberatan jika dia mengenakan baju dengan warna pink di Jepang! Perempuan ingin berjalan-jalan menggunakan panda imut diatas kepala? lakukanlah. Jika kamu adalah gadis feminin (atau laki-laki) yang mencintai barang-barang lucu, mainan menggemaskan, dan lembut, Jepang adalah tempatmu untuk menonjolkan diri.

Memang terkdang ada kontra dalam memperjuangkan kesetaraan bagi kaum perempuan, sering kali banyak godaan untuk memuji karakteristik laki-laki sementara mencemooh perempuan. Di Jepang, feminitas secara luas dianggap sebagai alat penting untuk menavigasi dunia sebagai wanita, bukan sebagai kewajiaban atau hambatan.



foto: rocketnews24

(MSN)